
Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) serta layanan pusat panggilan darurat 112 untuk mendukung upaya mitigasi bencana selama libur Lebaran 2026.
Sistem Peringatan Dini Melalui SMS dan TV Digital
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Wayan Toni Supriyanto mengatakan pemerintah menyiapkan penyampaian informasi bencana melalui SMS blast dan siaran TV digital secara nasional.
"Kami turut menyiapkan dukungan EWS atau penyampaian informasi bencana melalui SMS blast dan siaran TV digital secara nasional," ujarnya.
Sistem EWS tersebut akan mengirimkan notifikasi kepada masyarakat melalui TV digital apabila terjadi bencana di daerah domisili mereka.
Masyarakat juga disarankan mengatur layanan TV digital sesuai dengan kode pos domisili agar notifikasi EWS dapat diterima secara akurat.
Layanan Darurat 112 Disiapkan di Ratusan Daerah
Selain sistem peringatan dini, pemerintah juga menyiapkan layanan pusat panggilan darurat 112 untuk merespons cepat masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam situasi darurat seperti kecelakaan.
Layanan pusat panggilan 112 saat ini telah tersedia di Provinsi DKI Jakarta dan di 190 kabupaten atau kota di Indonesia.
Masyarakat dapat menghubungi nomor 112 sebagai pusat bantuan yang terintegrasi dengan layanan darurat kepolisian, pemadam kebakaran, dan ambulans tanpa dipungut biaya.
"Masyarakat bisa menghubungi kalau ada kendala. Tinggal call 112 sebagai pusat bantuan untuk adanya peristiwa di masing-masing kota," kata Wayan Toni Supriyanto.
Pemerintah Pastikan Dukungan Listrik untuk Jaringan Telekomunikasi
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Ismail mengatakan upaya mitigasi selama Lebaran juga mencakup penyiapan dukungan layanan telekomunikasi.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan listrik menjadi faktor paling mendesak untuk menjaga jaringan atau sinyal telekomunikasi tetap berfungsi.
"Kami mengantisipasi untuk memastikan yang paling urgent terlebih dahulu untuk jaringan atau sinyal telekomunikasi, yaitu listrik," ujarnya.
Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan PLN untuk menyiapkan rencana cadangan apabila terjadi bencana yang berpotensi mengganggu layanan telekomunikasi.
"Kami dengan teman-teman dari PLN sudah melakukan komunikasi, berusaha untuk menyiapkan backup plan kalau terjadi bencana, tapi mudah-mudahan ini tidak terjadi," kata Ismail.
- Penulis :
- Shila Glorya








