Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Satgas Damai Cartenz Amankan Lima Orang Diduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB Aibon Kogoya di Nabire

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Satgas Damai Cartenz Amankan Lima Orang Diduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB Aibon Kogoya di Nabire
Foto: Tim Satgas ODC menggelandang salah seorang pemasok logistik dan amunisi KKB di Polres Nabire, Rabu 11/3/2026 (sumber: Humas Satgas Damai Cartenz)

Pantau - Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) 2026 mengamankan lima orang yang diduga sebagai simpatisan sekaligus pemasok logistik dan amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Maret 2026.

Penindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya aparat memutus rantai distribusi logistik dan amunisi kepada kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Nabire dan sekitarnya.

Penangkapan Dilakukan Bertahap

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Yusuf Sutejo menyatakan bahwa kelima orang tersebut diamankan di sejumlah lokasi berbeda dalam waktu yang berdekatan.

"Kelima orang tersebut diamankan di sejumlah tempat yang berbeda dalam waktu yang berdekatan," ungkapnya.

Berdasarkan penyelidikan intelijen, Satgas ODC terlebih dahulu mengamankan dua orang berinisial PW alias PM dan PNW pada Selasa, 10 Maret 2026.

Keduanya diduga memiliki keterkaitan dengan jalur logistik bagi kelompok KKB pimpinan Aibon Kogoya.

Dari hasil penyelidikan, PW alias PM diketahui telah dua kali bertemu dengan kelompok tersebut untuk menyerahkan bahan makanan di dua lokasi berbeda.

Sehari setelahnya, pada Rabu, 11 Maret 2026, aparat kembali mengamankan dua orang lainnya berinisial YW berusia 28 tahun dan LW berusia 29 tahun.

YW dan LW diamankan saat melintas menggunakan sepeda motor Honda Verza untuk mengantarkan bahan makanan kepada kelompok KKB pimpinan Aibon Kogoya.

Sebelum rencana pengiriman logistik tersebut terlaksana, aparat lebih dahulu mengamankan keduanya dan membawa mereka ke Polres Nabire untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Satu Orang Diduga Pemasok Amunisi

Dari tangan YW dan LW, aparat menyita sejumlah barang bukti berupa telepon genggam, kartu identitas, kartu ATM, kartu BPJS Kesehatan, kartu Jamkesmas, serta perlengkapan pribadi seperti noken, senter kepala, powerbank, dan baterai.

Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Verza dan sebuah pisau bermotif kayu.

Selain pemasok logistik, aparat juga mengamankan seorang pria berinisial D alias LA yang diduga berperan sebagai penghubung dalam distribusi amunisi kepada kelompok Aibon Kogoya.

D diamankan pada Rabu, 11 Maret 2026 sekitar pukul 19.55 WIT di sebuah tempat hiburan di Nabire.

Berdasarkan pemeriksaan awal, D mengaku pernah menjual sekitar 100 butir amunisi kepada seseorang berinisial SP.

Amunisi tersebut dijual dengan harga sekitar Rp250.000 per butir melalui perantara seorang pria berinisial H.

Yusuf Sutejo menegaskan bahwa proses penindakan dilakukan secara profesional.

"Kami dari Satgas Ops Damai Cartenz berkomitmen bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel. Informasi ini kami sampaikan untuk meluruskan berbagai berita hoaks yang beredar seolah-olah aparat mengamankan lima orang di Nabire tanpa dasar administrasi dan surat perintah yang jelas," ungkapnya.

Penyelidikan Masih Dikembangkan

Ia juga menyampaikan bahwa kelima orang tersebut telah lama menjadi bagian dari pemantauan aparat melalui proses penyelidikan yang mendalam.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua melalui penegakan hukum yang profesional dan terukur.

"Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini guna memastikan jaringan yang terlibat dapat diungkap secara menyeluruh," ujarnya.

Saat ini kelima orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polres Nabire.

Aparat terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap jaringan distribusi logistik dan amunisi kepada kelompok bersenjata di wilayah Papua Tengah.

Penulis :
Arian Mesa