
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur menambal sebanyak 1.554 titik jalan berlubang guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pemudik Lebaran 2026.
Perbaikan dilakukan oleh tim Satgas Kuning dari Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur selama periode 1 hingga 15 Maret 2026 di seluruh wilayah kecamatan.
"Tercatat tanggal 1-15 Maret ini sudah ada 1.554 titik jalan berlubang yang berhasil ditambal oleh tim Satgas Kuning (Suku Dinas Bina Marga) untuk kenyamanan pemudik motor maupun mobil," kata Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur Benhard Hutajulu.
Ia menjelaskan tingginya curah hujan sejak Januari menyebabkan genangan air yang memicu kerusakan jalan di berbagai titik.
Penyisiran di 10 Kecamatan dan Data Perbaikan
Pemkot Jakarta Timur melakukan penyisiran jalan berlubang di 10 kecamatan yang menjadi jalur strategis pemudik.
Wilayah tersebut meliputi Pasar Rebo 100 titik, Ciracas 222 titik, Cipayung 69 titik, Kramat Jati 180 titik, Makasar 182 titik, dan Jatinegara 97 titik.
Selain itu, Matraman tercatat 132 titik, Duren Sawit 134 titik, Cakung 209 titik, Pulo Gadung 144 titik, serta tambahan 85 titik oleh Suku Dinas.
Total panjang jalan yang diperbaiki mencapai 3.860,16 meter dengan lebar rata-rata 1,88 meter dan luas perbaikan 7.256,30 meter persegi.
Material yang digunakan terdiri dari aspal hotmix seluas 6.358,96 meter persegi, cold mix 730,90 meter persegi, dan scrap 166,44 meter persegi.
"Kami berharap ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara, khususnya mereka yang akan mudik ke kampung halamannya melalui wilayah Jakarta Timur," ujar Benhard.
Ia menambahkan Jakarta Timur merupakan jalur penghubung menuju Bekasi, Depok, dan Bogor yang dilalui pemudik ke berbagai daerah di Jawa.
"Baik yang akan menuju wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten atau lainnya, sehingga jalan berlubang itu harus cepat ditambal demi keamanan dan kenyamanan pengendara," jelas Benhard.
Penyisiran Ranjau Paku untuk Lindungi Pemudik
Pemkot memastikan perbaikan jalan terus dilakukan mengingat potensi munculnya lubang baru setelah hujan masih tinggi.
"Sebab, tidak menutup kemungkinan, masih ada jalan berlubang yang belum tertangani. Karena itu, saya meminta Satgas Kuning untuk terus memonitor di setiap wilayah kerjanya masing-masing," ucap Benhard.
Masyarakat juga diminta aktif melapor jika menemukan jalan berlubang karena kondisi jalan bersifat dinamis.
"Sebab jalan berlubang itu sifatnya dinamis. Pascahujan deras, biasanya akan ada lubang baru lagi," tutur Benhard.
Selain itu, Satlantas Polres Metro Jakarta Timur turut melakukan penyisiran ranjau paku di jalur mudik menggunakan mobil patroli dengan magnet khusus.
"Hari ini, kami melakukan penyisiran ranjau paku di sepanjang jalur mudik wilayah Jakarta Timur sebagai salah satu upaya kami melindungi pemudik," kata KBO Satlantas AKP Eko Apriyanto.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







