Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Karantina Sumut Musnahkan 5 Ton Mangga Impor Ilegal dari Vietnam Jelang Lebaran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Karantina Sumut Musnahkan 5 Ton Mangga Impor Ilegal dari Vietnam Jelang Lebaran
Foto: (Sumber : Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara memusnahkan lima ton mangga Terminal Ferry Internasional Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumut. ANTARA/HO- Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara.)

Pantau - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara memusnahkan lima ton mangga asal Vietnam karena tidak memenuhi persyaratan karantina dan dinilai berisiko terhadap kesehatan serta keamanan pangan.

Pemusnahan dilakukan setelah komoditas tersebut diamankan dari satu unit truk canter kuning yang ditangkap oleh Detasemen Intelijen Kodam I/Bukit Barisan di kawasan Rantau Utara, Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Kepala Karantina Sumatera Utara N. Prayatno Ginting menyampaikan bahwa tindakan tersebut dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

"Komoditas tersebut tidak memenuhi persyaratan karantina, sehingga tidak terjamin dari aspek kesehatan maupun keamanan pangan," ungkapnya.

Selain mangga asal Vietnam, Karantina Sumut juga memusnahkan buah dan sayuran asal Malaysia yang merupakan barang bawaan penumpang tanpa dokumen karantina.

Pemusnahan komoditas tersebut dilakukan di Terminal Ferry Internasional Teluk Nibung pada 17 Maret.

Proses Pemusnahan Sesuai Standar Biosekuriti

Proses pemusnahan dilakukan dengan memasukkan mangga ke dalam lubang khusus.

Komoditas kemudian disiram cairan pengurai effective microorganisms 4 atau EM4 sebagai dekomposer sebelum dibakar.

Setelah proses pembakaran, sisa komoditas ditimbun dengan tanah untuk memastikan pemusnahan berjalan sesuai standar biosekuriti.

Langkah tersebut dilakukan guna mencegah potensi penyebaran hama dan penyakit dari komoditas ilegal.

Pengawasan Diperketat Jelang Lebaran

Karantina Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pengawasan di pintu masuk resmi maupun jalur ilegal.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi maraknya penyelundupan komoditas pangan menjelang Lebaran.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan di pintu masuk dan jalur tidak resmi, guna mengantisipasi maraknya penyelundupan komoditas pangan menjelang Lebaran," ungkapnya.

Pihak karantina juga mengapresiasi sinergi dengan TNI dan instansi terkait dalam upaya pengawasan tersebut.

Kerja sama ini dinilai penting untuk melindungi kedaulatan hayati serta kesehatan masyarakat.

"Kami mengimbau agar masyarakat juga turut mendukung upaya tersebut, sehingga momen Idul Fitri tetap terjaga, aman dan nyaman," ungkapnya.

Penulis :
Aditya Yohan