
Pantau - Pengatur lalu lintas ilegal atau yang dikenal sebagai "pak ogah" menjadi kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) paling banyak ditertibkan di wilayah Jakarta Barat selama awal tahun 2026.
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat Fajar Laksono mengatakan pihaknya menjaring 346 PPKS sepanjang Januari hingga Februari 2026.
"Paling banyak pak ogah 116, lalu gelandangan 66 orang, psikotik 63 orang dan lainnya dari berbagai kategori," kata Fajar.
Penertiban dilakukan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan, antara lain:
- Terminal Kalideres
- Flyover Cengkareng
- Flyover Slipi
- Flyover Tomang
- Flyover Grogol
- Flyover Jembatan Dua
- Kawasan Kota Tua
Sebagian besar PPKS yang terjaring dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk menjalani pembinaan awal dan asesmen oleh petugas.
Fajar menjelaskan PPKS yang bukan warga DKI Jakarta akan dipulangkan ke daerah asal, sedangkan yang berasal dari Jakarta dan tidak memiliki keluarga akan dirujuk ke panti pembinaan lanjutan.
"Perujukan pembinaan sesuai dengan klasifikasi hasil asesmen," ujarnya.
Untuk meningkatkan pengawasan, Suku Dinas Sosial Jakarta Barat juga menempatkan posko Satgas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) di sejumlah titik strategis.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







