Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Muhammadiyah Bali Imbau Takbiran di Rumah Saat Idul Fitri Bertepatan dengan Nyepi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Muhammadiyah Bali Imbau Takbiran di Rumah Saat Idul Fitri Bertepatan dengan Nyepi
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster sampaikan keputusan organisasi keagamaan terkait potensi Hari Raya Nyepi bersamaan malam takbiran, Denpasar, Senin 16/3/2026 (sumber: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Pantau - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali mengeluarkan maklumat yang mengarahkan warganya untuk melaksanakan takbiran di rumah masing-masing menjelang Idul Fitri yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.

Imbauan Takbiran Demi Jaga Toleransi

Ketua PWM Bali Husnul Fahmi mengatakan keputusan tersebut merupakan arahan dari pusat serta bentuk menjaga kerukunan antarumat beragama di Bali.

"Ini juga arahan dari pusat, karena kalau tidak memungkinkan takbiran, kami diimbau melaksanakan takbiran di rumah masing-masing, sehingga kami mengeluarkan maklumat agar takbiran di rumah," ungkapnya.

Ia menjelaskan sebelumnya telah dilakukan pertemuan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama Bali dan Gubernur Bali yang pada dasarnya memperbolehkan takbiran di masjid pada Kamis, 19 Maret 2026, dengan sejumlah ketentuan ketat.

Ketentuan tersebut meliputi pelaksanaan hanya di masjid atau mushalla terdekat, jemaah wajib berjalan kaki, tidak menggunakan pengeras suara, serta penerangan yang sangat minim.

Meski demikian, Muhammadiyah Bali tetap memilih takbiran di rumah sebagai langkah menjaga harmoni sosial.

"Sudah kami sampaikan ke umat, bagikan ke media sosial juga maklumat itu, satu minggu lalu dan diterima masyarakat bahwa pelaksanaan takbiran di rumah, dan dua hari lalu kami bertemu Pak Gubernur Bali kami sampaikan kesepakatan itu," ujarnya.

Kerukunan Umat dan Persiapan Salat Ied

Fahmi menegaskan bahwa imbauan tersebut tidak menjadi kendala karena hubungan antara umat Muslim dan Hindu di Bali telah terjalin erat sejak lama.

"Memang belum pernah sedekat ini Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri atau bertepatan malam takbiran, tapi sebelumnya pernah Jumatan dan kami tetap bisa shalat, bahkan diantar, jadi kami sudah sangat terjaga kerukunannya," ujarnya.

Ia menyebut pecalang kerap membantu menjaga kegiatan umat Muslim, termasuk saat salat tarawih hingga pelaksanaan ibadah lainnya.

Di beberapa wilayah seperti Jembrana dan Buleleng, takbiran tetap diperkenankan dengan mengikuti aturan setempat.

Sementara itu, PWM Bali juga telah menyiapkan pelaksanaan salat Idul Fitri di sejumlah titik, salah satunya di kawasan Renon.

"Kami persiapan shalat Ied di Renon hari ini, seperti menyiapkan podium dan lainnya itu melibatkan pecalang, pecalang juga menjaga nanti malam sampai besok malam menjelang Idul Fitri, dan kami ada dua lokasi lainnya, yaitu di Jalan Batanta dan Gedung PWM Bali," ungkapnya.

Persiapan tersebut melibatkan pecalang desa adat setempat yang akan berjaga selama 24 jam hingga perayaan Idul Fitri berlangsung.

Penulis :
Shila Glorya