
Pantau - Penyintas bencana banjir di Desa Sijudo, Kabupaten Aceh Timur, menjaga kebersamaan dengan menggelar kegiatan membuat kue Lebaran secara bersama menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Tradisi Kue Lebaran di Tengah Keterbatasan
Kegiatan tersebut dilakukan oleh para perempuan desa sebagai bagian dari tradisi tahunan sekaligus upaya mempererat hubungan sosial pascabencana.
“Setelah bencana, sering kami kumpul-kumpul untuk masak bersama dan kali ini menyambut Lebaran kami membuat kue bersama-sama,” ungkap salah satu warga, Zuraida.
Mereka membuat kue timpan dengan berbagai varian seperti labu, pisang, dan kelapa sesuai ketersediaan bahan.
Namun, aktivitas tersebut dilakukan dalam kondisi terbatas akibat dampak banjir yang terjadi pada November 2025 yang memengaruhi akses bahan baku dan kondisi ekonomi warga.
Kebersamaan Jadi Kekuatan Pemulihan
Kegiatan memasak bersama menjadi ruang bagi warga untuk saling berbagi cerita dan membantu satu sama lain dalam menghadapi kesulitan.
“Dengan ramai-ramai (masak bersama) begini kami juga lebih senang,” ujarnya.
Selain menjaga tradisi, aktivitas ini juga menjadi bagian dari proses pemulihan sosial bagi masyarakat terdampak bencana.
Warga menyebut kondisi perlahan membaik berkat dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak.
Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan sederhana ini menjadi penguat bagi masyarakat untuk bangkit dan menyambut Lebaran dengan semangat baru.
- Penulis :
- Aditya Yohan








