
Pantau - Warga terdampak bencana di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadikan Lebaran 1447 Hijriah sebagai momentum untuk bangkit setelah banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025.
Upaya Bangkit dan Satukan Warga
Wali Jorong Labuah Elbama mengatakan persiapan lokasi shalat Idul Fitri dilakukan untuk menyatukan kembali warga yang sempat berpencar akibat bencana.
“Target kita untuk mengadakan salat Id di lapangan untuk menyatukan masyarakat kita Jorong Labuh yang selama ini sudah berpencar,” ujarnya.
Ia menjelaskan masjid sebelumnya hancur tertimbun material banjir sehingga alat berat dikerahkan untuk membuka lahan baru sekitar 200 meter dari lokasi lama.
Bencana tersebut menyebabkan 78 rumah rusak berat dan 11 rusak ringan, serta merusak fasilitas umum seperti masjid dan sekolah.
Harapan dan Semangat Pemulihan
Sejumlah warga menyampaikan harapan agar Lebaran menjadi titik awal kebangkitan pascabencana.
“Mudah-mudahan di awal lebaran ini, kita membangkitkan semangat kita,” ujar warga Nur Aini.
Warga lainnya, Jusniar, mengaku kondisi masih sulit setelah rumahnya hancur akibat banjir galodo.
“Sudah porak-poranda sekarang, hancur semuanya, kami sudah berantakan,” katanya.
Shalat Idul Fitri digelar di lapangan terbuka di tengah puing dan alat berat yang juga direncanakan menjadi lokasi pembangunan masjid baru.
Data mencatat sebanyak 272 bangunan di Nagari Sungai Batang mengalami kerusakan dengan total kerugian mencapai Rp98,7 miliar.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








