
Pantau - Pengelola Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mengimbau para pengemudi angkutan Lebaran 2026 untuk mengutamakan keselamatan di tengah meningkatnya jumlah penumpang selama arus mudik.
Kesehatan Pengemudi Jadi Prioritas
Kepala Terminal Lebak Bulus Joni Budhi menegaskan bahwa kondisi kesehatan pengemudi menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan perjalanan.
“Pengemudi sudah dicek secara medis di lapangan, diingatkan nomor satu adalah keselamatan," ungkapnya.
Ia menekankan bahwa pengemudi yang mengalami kelelahan atau mengantuk harus beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
"Misalkan kita sudah nggak kuat ya istirahat dulu, biar kerjaan banyak tapi kan nomor satu adalah keselamatan,” ujarnya.
Jika ditemukan pengemudi dalam kondisi tidak sehat, maka akan digantikan oleh kru cadangan untuk menjaga keamanan perjalanan.
Pengawasan dan Tes Kesehatan Diperketat
Pengelola terminal juga melakukan pemeriksaan kesehatan melalui tes urine yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Kesehatan, dan Jasa Raharja.
"Tes urine kita banyak sekali, dari BNN kemarin dua hari, lalu ada Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Jasa Raharja," katanya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pengemudi dalam kondisi prima selama masa mudik.
Pihak terminal memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 17-18 Maret 2026 seiring meningkatnya jumlah penumpang.
Pengelola juga terus melakukan pemantauan guna memastikan kelancaran arus keberangkatan selama periode Lebaran.
Informasi tambahan menyebutkan Terminal Lebak Bulus direncanakan akan direvitalisasi pada 2027 untuk meningkatkan kualitas layanan dan integrasi transportasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan








