Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPH Migas Pastikan Pasokan Energi Aman Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BPH Migas Pastikan Pasokan Energi Aman Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
Foto: Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriah melaksanakan konferensi video di Jakarta, Kamis 19/3/2026 (sumber: Humas BPH Migas)

Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan energi pada puncak arus mudik Lebaran 2026 dalam kondisi aman dan terkendali di seluruh wilayah Indonesia.

BPH Migas bertindak sebagai Koordinator Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah untuk menjamin kelancaran distribusi energi.

Anggota Komite BPH Migas sekaligus Ketua Tim Posko Nasional Sektor ESDM Erika Retnowati menegaskan sinergi terus dilakukan dengan seluruh pemangku kepentingan hingga akhir periode posko.

"Upaya ini dilakukan agar distribusi energi bagi masyarakat tetap lancar," ungkapnya.

Erika juga mengapresiasi seluruh stakeholder yang menjaga pasokan energi sejak awal periode posko hingga puncak arus mudik pertama pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran.

"Kami ucapkan terima kasih untuk puncak arus mudik pertama (18 Maret 2026) dapat kita lalui dengan lancar," ujarnya.

Laporan harian dari setiap subsektor energi terus disampaikan kepada Menteri ESDM guna memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat selama periode mudik.

"Masing-masing stakeholder sudah melaporkan, baik dari sektor BBM, gas bumi, kelistrikan, dan kebencanaan geologi. Mudah-mudahan semuanya tetap aman dan andal. Sekali lagi, terima kasih atas kerja samanya, tentu kita siap menghadapi puncak arus mudik kedua dan arus balik nanti," jelasnya.

Antisipasi Lonjakan BBM dan Wilayah Rawan

Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menekankan pentingnya antisipasi khusus di wilayah Aceh dan Sumatera bagian utara yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.

Ia menyebut potensi lonjakan kebutuhan BBM di wilayah tersebut perlu diwaspadai karena pemudik datang dari berbagai daerah termasuk Jawa.

"Di wilayah Sumbagut, diperlukan antisipasi terhadap kebutuhan BBM karena pemudik yang datang tidak hanya dari Sumatera, tapi juga dari Jawa. Saya juga memahami rasa traumatik dari masyarakat yang sempat terjadi panic buying. Untuk itu, skema reguler, alternative, dan emergency (RAE) harus terus dioptimalkan," katanya.

Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief menambahkan distribusi BBM berjalan optimal dari kilang hingga ke masyarakat selama periode siaga.

"Kesiapsiagaan merupakan kunci untuk menjamin distribusi energi, termasuk distribusi BBM agar tetap lancar dan aman," ujarnya.

Pasokan Gas dan Listrik Tetap Stabil

Penyaluran gas bumi melalui pipa dilaporkan dalam kondisi cukup dan stabil, termasuk jaringan rumah tangga yang beroperasi normal tanpa gangguan.

Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono mengimbau badan usaha untuk menjaga keandalan distribusi gas bumi selama momen Lebaran.

"Mohon terus dijaga keandalan pasokan dan penyalurannya kepada masyarakat pada momen ibadah di RAFI tahun ini," tuturnya.

PT Pertamina (Persero) memastikan stok BBM aman dengan pasokan yang diperbarui setiap hari dari kilang hingga terminal BBM di berbagai daerah.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyebut ketahanan stok BBM dan LPG berada pada level memadai selama periode RAFI.

Dari sektor kelistrikan, PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi aman dengan cadangan pembangkit yang cukup di seluruh sistem Indonesia.

Beban puncak listrik saat Lebaran diperkirakan turun sekitar 30 persen dibandingkan kondisi normal sehingga memperkuat keandalan pasokan.

Dari sisi kebencanaan geologi, pemantauan intensif dilakukan pada gunung api Semeru, Marapi, dan Ili Lewolotok serta potensi longsor di sejumlah wilayah di Jawa.

Konferensi posko RAFI turut dihadiri berbagai pihak seperti Kementerian Perhubungan, BMKG, Kepolisian, Jasa Marga, Pertamina, AKR, ExxonMobil, Shell, dan Pertagas untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal.

Penulis :
Leon Weldrick