
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengajak masyarakat membuka pintu hati untuk saling memaafkan pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lebaran sebagai Momentum Penyucian Diri
Yusril menekankan bahwa Ramadan merupakan waktu latihan spiritual bagi umat Muslim untuk meningkatkan keimanan dan pengendalian diri.
Selama sebulan penuh, umat Islam telah menahan lapar dan haus, serta menjaga hati dan pikiran dari hal-hal yang tidak baik.
"Kita menjadikan Ramadhan yang lalu sebagai satu bulan latihan dalam meningkatkan iman kita. Semoga kita menjadi orang-orang yang bertakwa," ujar Yusril.
Harapan Keberkahan dan Kedamaian
Ia berharap Idul Fitri menjadi momentum untuk saling memaafkan atas kesalahan yang pernah terjadi, sekaligus memperoleh ampunan dari Allah SWT.
Yusril juga menyampaikan doa agar Lebaran tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh umat Muslim.
"Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Mudah-mudahan Idul Fitri tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi kita semuanya," tuturnya.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








