Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

43 Ribu KK Terima Kartu Sumbawa Barat Maju, Pemkab Targetkan Seluruh Warga Terjangkau 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

43 Ribu KK Terima Kartu Sumbawa Barat Maju, Pemkab Targetkan Seluruh Warga Terjangkau 2026
Foto: (Sumber: Bupati Sumbawa Barat, Provinsi NTB, Amar Nurmansyah. ANTARA/HO-Humas Pemkab Sumbawa Barat.)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mencatat sebanyak 43.000 kepala keluarga telah memiliki kartu Sumbawa Barat Maju dari total sekitar 51.915 kepala keluarga di wilayah tersebut.

Cakupan Program dan Manfaat Layanan

Program ini memberikan manfaat dalam bentuk bantuan tunai dan nontunai bagi masyarakat di berbagai sektor.

“Dari sekitar 51.915 kepala keluarga di Sumbawa Barat lebih dari 43.000 keluarga telah menerima manfaat program baik dalam bentuk bantuan tunai maupun nontunai,” ungkap Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah.

Penerima manfaat meliputi kartu maju pendidikan sebanyak 12.325 kepala keluarga, kesehatan 4.419 kepala keluarga, tani ternak 11.904 kepala keluarga, perumahan 646 kepala keluarga, sosial 17.054 kepala keluarga, UMKM 925 kepala keluarga, serta perikanan 2.860 kepala keluarga.

Pemerintah menargetkan seluruh masyarakat telah memiliki kartu tersebut pada akhir April 2026.

“Saya berharap seluruh masyarakat telah memegang kartu Sumbawa Barat Maju pada akhir April 2026 agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal,” ungkap Amar.

Program ini juga bertujuan memudahkan akses layanan dasar melalui sistem terintegrasi.

“Program kartu Sumbawa Barat Maju layanan terintegrasi memudahkan masyarakat mengakses pelayanan dasar,” ungkapnya.

Strategi Ekonomi dan Pembangunan Daerah

Pemerintah daerah menjadikan Idul Fitri sebagai momentum evaluasi pelaksanaan program pembangunan.

Pemkab berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program strategis.

Pemerintah juga menyiapkan langkah menghadapi perubahan ekonomi pascatambang Batu Hijau pada 2030.

Sumbawa Barat diproyeksikan memasuki fase baru sebagai daerah pengelola dengan adanya smelter.

Diversifikasi ekonomi terus didorong melalui pengembangan pariwisata kerakyatan, agribisnis peternakan sapi intensif di 12 lokasi, serta program mandiri benih padi seluas 100 hektare.

Rencana operasional Bandara Poto Tano juga tengah dalam proses perizinan.

Penulis :
Gerry Eka