
Pantau - Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan duka cita atas gugurnya dua prajurit TNI AL dalam insiden kontak tembak di Kabupaten Maybrat.
Duka dan Seruan Keamanan
“Kita turut berbelasungkawa atas gugurnya dua putra terbaik bangsa yang saat ini sedang menjalankan tugas negara. Kita semua berharap ke depan para personel yang bertugas lebih berhati-hati sehingga kejadian serupa tidak terulang,” ungkap Elisa Kambu.
Pemerintah provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Maybrat memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.
“Kami hadir untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga kedua prajurit yang gugur,” ungkapnya.
Ia juga berharap tidak ada lagi tindakan kekerasan yang merenggut nyawa manusia di wilayah tersebut.
“Ke depan kita berharap tidak ada lagi tindakan seperti ini yang sampai merenggut nyawa manusia,” ungkap Elisa.
Pemerintah menilai perlu adanya penguatan konsolidasi untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua Barat Daya.
“Kewajiban kita adalah memastikan masyarakat ikut berpartisipasi dalam menciptakan kondisi yang aman di wilayah ini,” ungkapnya.
Kronologi Insiden dan Korban
Insiden kontak tembak terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat pada Minggu sekitar pukul 07.00 WIT.
Dua prajurit yang gugur berasal dari satuan Marinir TNI AL yakni Prada Marinir AS dari Yonmar 7 dan Prada Marinir ES dari Yonmar 10.
Satu prajurit lainnya, Kopda Marinir ES dari Yonmar 7, mengalami kondisi kritis.
Para korban telah dievakuasi ke RSAL dr R Oetojo Sorong untuk mendapatkan penanganan medis.
Dalam insiden tersebut, dua senjata api milik prajurit dilaporkan dirampas oleh pelaku.
- Penulis :
- Gerry Eka







