Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Festival Lom Plai di Kutai Timur Jadi Daya Tarik Wisata Budaya Saat Libur Lebaran 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Festival Lom Plai di Kutai Timur Jadi Daya Tarik Wisata Budaya Saat Libur Lebaran 2026
Foto: (Sumber : Masyarakat adat dayak wehea melakukan tarian hudoq dalam festival adat dan budyaa Lom Plai. ANTARA/Muhammad Hafif Nikolas.)

Pantau - Festival Adat dan Budaya Lom Plai di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menjadi daya tarik wisata budaya yang mewarnai libur Lebaran 2026 dengan rangkaian kegiatan selama satu bulan penuh.

Festival Dibuka dengan Ritual Sakral

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi mengatakan festival ini menjadi momentum pelestarian tradisi sekaligus penguatan pariwisata daerah.

"Momentum pelaksanaan festival ini bertepatan dengan libur Lebaran, menjadi wujud pelestarian tradisi leluhur sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai destinasi unggulan yang kaya nilai budaya," ujarnya.

Festival berlangsung dari 23 Maret hingga 24 April 2026 dan diawali dengan ritual sakral Ngesea Egung melalui pemukulan gong oleh keturunan raja atau hepui.

"Dentang gong yang menggema ialah sebuah panggilan sakral yang menandai kebangkitan tradisi dan semangat kebersamaan masyarakat setempat," katanya.

Prosesi Budaya dan Filosofi Keharmonisan

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Laq Pesyai pada 24 Maret yang menjadi salah satu daya tarik utama.

Tradisi ini merupakan pengambilan buah ketete yang melambangkan keberkahan serta keharmonisan antara manusia dan alam.

Festival ini juga menjadi sarana edukasi budaya sekaligus undangan terbuka bagi wisatawan untuk menyaksikan tradisi masyarakat adat Wehea.

Dorong Pariwisata Lokal

Pemerintah daerah mengajak masyarakat luas untuk mendukung promosi budaya lokal sebagai upaya mendorong sektor pariwisata.

"Mari bersama-sama hadir untuk mendukung serta mempromosikan agenda kebudayaan leluhur Dayak Kalimantan Timur ini sebagai bagian dari upaya kolektif dalam mendorong kemajuan pariwisata lokal agar semakin dikenal luas," ujar Ririn.

Penulis :
Aditya Yohan