
Pantau - Festival Adat dan Budaya Lom Plai di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menjadi daya tarik wisata budaya yang mewarnai libur Lebaran 2026 dengan rangkaian kegiatan selama satu bulan penuh.
Festival Dibuka dengan Ritual Sakral
Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi mengatakan festival ini menjadi momentum pelestarian tradisi sekaligus penguatan pariwisata daerah.
"Momentum pelaksanaan festival ini bertepatan dengan libur Lebaran, menjadi wujud pelestarian tradisi leluhur sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai destinasi unggulan yang kaya nilai budaya," ujarnya.
Festival berlangsung dari 23 Maret hingga 24 April 2026 dan diawali dengan ritual sakral Ngesea Egung melalui pemukulan gong oleh keturunan raja atau hepui.
"Dentang gong yang menggema ialah sebuah panggilan sakral yang menandai kebangkitan tradisi dan semangat kebersamaan masyarakat setempat," katanya.
Prosesi Budaya dan Filosofi Keharmonisan
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Laq Pesyai pada 24 Maret yang menjadi salah satu daya tarik utama.
Tradisi ini merupakan pengambilan buah ketete yang melambangkan keberkahan serta keharmonisan antara manusia dan alam.
Festival ini juga menjadi sarana edukasi budaya sekaligus undangan terbuka bagi wisatawan untuk menyaksikan tradisi masyarakat adat Wehea.
Dorong Pariwisata Lokal
Pemerintah daerah mengajak masyarakat luas untuk mendukung promosi budaya lokal sebagai upaya mendorong sektor pariwisata.
"Mari bersama-sama hadir untuk mendukung serta mempromosikan agenda kebudayaan leluhur Dayak Kalimantan Timur ini sebagai bagian dari upaya kolektif dalam mendorong kemajuan pariwisata lokal agar semakin dikenal luas," ujar Ririn.
- Penulis :
- Aditya Yohan








