Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Prediksi Puncak Arus Balik Ketapang–Gilimanuk Terjadi 26–29 Maret 2026, ASDP Imbau Hindari Waktu Padat

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Prediksi Puncak Arus Balik Ketapang–Gilimanuk Terjadi 26–29 Maret 2026, ASDP Imbau Hindari Waktu Padat
Foto: Kendaraan roda empat bergantian naik ke kapal feri di Dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Senin 23/3/2026 (sumber: ANTARA/Novi Husdinariyanto)

Pantau - Wakil Direktur Utama PT Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menyampaikan bahwa puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di lintasan penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)–Gilimanuk (Bali) diprediksi terjadi pada 26–29 Maret 2026.

Imbauan Atur Waktu dan Pembelian Tiket Digital

Ia mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menentukan waktu perjalanan saat arus balik guna menghindari kepadatan.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menentukan waktu perjalanan saat arus balik," ungkapnya.

Pengguna jasa diimbau mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu di luar periode puncak agar perjalanan lebih nyaman tanpa antrean panjang.

Pengguna juga diminta membeli tiket secara mandiri melalui platform digital Ferizy dan memastikan tiba di pelabuhan sesuai jadwal yang tertera pada tiket.

Ia menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi penjualan tiket langsung di pelabuhan sehingga seluruh transaksi dilakukan secara daring.

"Saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan, pengguna jasa wajib membeli tiket melalui Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60 keberangkatan. Hindari pembelian melalui calo atau agen tidak resmi untuk mencegah potensi kerugian," jelasnya.

Pengguna jasa juga diingatkan untuk mengisi data identitas secara lengkap dan benar saat pemesanan tiket guna mendukung akurasi manifest dan keselamatan pelayaran.

Arus Balik Mulai Meningkat namun Tetap Terkendali

Hingga H+1 Lebaran 2026, pergerakan arus balik di penyeberangan Selat Bali mulai mengalami peningkatan.

Meski terjadi kenaikan volume kendaraan, layanan di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk tetap berjalan lancar, tertib, dan terkendali.

Sejak akhir pekan, arus kendaraan bergerak stabil tanpa lonjakan antrean yang signifikan berkat pengaturan operasional yang adaptif.

"Sejak akhir pekan, arus kendaraan bergerak dengan ritme yang stabil tanpa lonjakan antrean signifikan, ini juga ditopang oleh pengaturan operasional yang adaptif, kesiapan armada, serta orkestrasi layanan yang terkoordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya," ujarnya.

Penulis :
Shila Glorya