
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menargetkan transformasi 30 sekolah menjadi SMA Unggul Garuda Transformasi pada 2026 untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional.
Program Transformasi dan Penguatan Kurikulum
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani mengatakan program tersebut akan menambah jumlah sekolah dalam ekosistem Sekolah Garuda.
"Tahun ini ada rencana, insyaallah ada 30 Sekolah Garuda Transformasi lagi yang akan kita masukkan menjadi bagian dari pada ekosistem Sekolah Garuda," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa SMA dan MA yang terpilih tidak akan berubah status kelembagaannya, baik di bawah Kemendikdasmen maupun Kementerian Agama.
Menurutnya, program ini akan menambahkan berbagai elemen pendukung seperti pelatihan Scholastic Assessment Test (SAT), International English Language Testing System (IELTS), pembinaan konselor, serta persiapan pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri.
"Pada 2025 ada enam perguruan tinggi yang melakukan program pengayaan, yaitu Universitas Negeri Jakarta, kemudian UI, Universitas Pendidikan Nasional atau Undiknas Bali, kemudian Universitas Padjajaran, ITB dan IPB University," ujarnya.
Target Lahirkan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas
Najib berharap program ini mampu melahirkan lebih banyak talenta unggul yang siap bersaing di tingkat global.
Ia menjelaskan SMA Unggul Garuda merupakan sekolah berbasis asrama dengan penguatan kurikulum pra-universitas berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).
Program tersebut merupakan bagian dari visi nasional untuk mendorong pelajar Indonesia melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia.
Pemerintah menargetkan hingga 2029 akan terbentuk sedikitnya 80 SMA Unggul Garuda baru yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







