
Pantau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan kasus campak di Indonesia turun sekitar 95 persen hingga minggu ke-11 tahun 2026 dibandingkan awal tahun.
Penurunan Signifikan Kasus Campak
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, “Setelah minggu ke-3, tren mingguan menurun bertahap hingga minggu ke-11, di mana jumlah suspek menurun menjadi 177 suspek, dan kasus campak menjadi 121 kasus, menandakan penurunan sekitar 94-95 persen dari puncak minggu ke-1.”
Ia menjelaskan pada minggu pertama 2026 tercatat 2.740 suspek dan 2.268 kasus campak.
Penurunan ini terjadi secara bertahap setelah pemerintah menggencarkan imunisasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Imunisasi dan Penanganan KLB
Plt Dirjen Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni menyebut penurunan kasus didorong oleh imunisasi massal serta kampanye pola hidup bersih dan sehat.
Kemenkes mencatat terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi.
Sebagian besar wilayah menunjukkan tren penurunan, meski beberapa daerah seperti Kabupaten dan Kota Bima di Nusa Tenggara Barat masih mencatat kasus tinggi.
Pemerintah juga melaksanakan program Outbreak Response Immunization (ORI) dan catch up immunization di sejumlah daerah untuk meningkatkan cakupan vaksinasi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan cakupan imunisasi campak dapat mencapai 95 persen sebelum Lebaran 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







