
Pantau - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan pembangunan pagar penghalang sepanjang 138 kilometer di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, resmi memasuki tahap awal pelaksanaan sebagai upaya mengatasi konflik antara manusia dan satwa liar.
Ia mengungkapkan, "Ini adalah amanah yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pembatas sepanjang 138 kilometer di Taman Nasional Way Kambas. Dan pembangunan pembatas ini segera dimulai hari ini karena kita sudah melakukan soft launching," ungkapnya.
Konflik Satwa dan Warga Berlangsung Puluhan Tahun
Raja Juli Antoni menjelaskan proyek tersebut merupakan respons atas aspirasi masyarakat yang telah lama menghadapi konflik dengan gajah liar yang kerap merusak lahan dan mengancam keselamatan warga.
Ia mengatakan, "Tadi saya tanya kepada masyarakat interaksi negatif dengan satwa telah terjadi sejak 1983 dan belum ada penyelesaian secara konkret, oleh karena itu hari ini kita mulai suatu amanah dan pekerjaan besar untuk menghindari secara maksimal konflik dengan gajah, sebab yang terakhir kali mengakibatkan korban jiwa," katanya.
Konflik antara manusia dan gajah di kawasan tersebut diketahui telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa solusi efektif, dengan dampak berupa kerusakan lahan pertanian hingga korban jiwa.
Ia menambahkan, "Dengan pembatas ini, masyarakat, satwa liar seperti gajah bisa hidup berdampingan dan ini harus kita lakukan bersama-sama agar masyarakat sejahtera satwa pun sejahtera," ujarnya.
Spesifikasi Teknis Barrier Diklaim Tahan Tekanan Tinggi
Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam XXI, Sriyanto, menjelaskan konstruksi pagar menggunakan pipa baja dengan diameter utama delapan inci dan tambahan enam inci di sisi lainnya.
Ia menjelaskan, "Untuk konstruksi kita ada beberapa jenis, yang kita lihat ini adalah konstruksi pipa baja. Jadi dengan konstruksi seperti ini, diameter yang utama delapan inch, dan sampingnya enam inch. Sudah kita coba, dengan beban 8.600 ton itu masih masih kuat, padahal yang kita butuhkan cuma 5.000 ton," jelasnya.
Selain itu, konstruksi juga dilengkapi dengan high beam untuk memecah kekuatan saat gajah mencoba melewati pembatas.
Sriyanto menambahkan, "Setelah dilakukan beberapa studi di negara lain cara ini lebih efektif dan efisien. Sebab kalau hanya satu tali gajah bisa lewat di antaranya," tambahnya.
Proyek pembangunan barrier ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi konflik manusia dan satwa liar di kawasan Taman Nasional Way Kambas.
- Penulis :
- Shila Glorya







