
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan ketahanan pangan nasional tetap aman meski terjadi konflik di Timur Tengah karena Indonesia tidak bergantung pada impor pangan dari kawasan tersebut.
Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman
Zulkifli Hasan menyampaikan pernyataan tersebut usai meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu.
“Tidak ada pangan yang bergantung kepada Timur Tengah, tidak ada. Yang kita tidak bisa, seperti gandum itu dari Eropa dan Amerika. Kedelai kita tidak punya, itu dari Eropa dan Amerika. Jadi tidak ada pangan yang tergantung dari timur tengah,” ungkapnya.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dampak perang terhadap ketersediaan pangan nasional dan mengimbau agar tidak melakukan pembelian berlebihan.
Menurutnya, kebijakan swasembada pangan yang telah dijalankan pemerintah membuat Indonesia lebih mandiri dan siap menghadapi potensi krisis global.
“Beras kita tahun lalu surplus sekitar 4 juta ton, saya kira tahun ini juga akan ada 4 juta ton. Jadi Insya Allah, kalau beras tahun ini sampai tahun depan kita aman stoknya. Jagung aman, daging ayam aman, telur aman, sayur-sayuran kita tanam sendiri,” katanya.
Kenaikan Harga Plastik Jadi Sorotan
Dalam kunjungan tersebut, seorang pedagang bernama Gemi mengeluhkan kenaikan harga plastik yang melonjak sejak Lebaran hingga sekitar Rp6 ribu per kemasan.
Menanggapi hal itu, Zulhas menyatakan bahwa kenaikan harga plastik terjadi secara luas di berbagai daerah.
Ia menjelaskan bahwa lonjakan harga dipicu kenaikan harga bahan baku berupa biji plastik yang berasal dari minyak bumi.
“Kita akan undang beberapa pihak yang terkait mengenai biji plastik ini,” ujarnya.
Pemerintah memastikan akan membahas persoalan tersebut secara khusus guna mencari solusi atas kenaikan harga yang membebani pedagang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







