Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemudik Makassar Tertahan di Tanjung Priok Akibat Kapal Rusak, Jadwal Molor hingga Awal April

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemudik Makassar Tertahan di Tanjung Priok Akibat Kapal Rusak, Jadwal Molor hingga Awal April
Foto: Suasana ruang tunggu pemudik kapal laut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu 28/3/2026 (sumber: ANTARA/Devi Nindy)

Pantau - Seorang pemudik asal Makassar bernama Imran tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sejak 28 Maret 2026 akibat gangguan teknis kapal yang membuatnya kehilangan jadwal keberangkatan lanjutan menuju kampung halaman.

Kronologi Penundaan Perjalanan

Imran yang merupakan pekerja di Bangka Belitung baru melakukan perjalanan mudik tahun ini karena kesibukan pekerjaan.

"Iya, orang Makassar. Ini baru mudik karena kerjaan," ungkapnya.

Ia menjelaskan seharusnya melanjutkan perjalanan menuju Surabaya sebelum ke Makassar menggunakan kapal pukul 02.00 WIB.

Namun, gangguan mesin membuat kapal yang ditumpanginya terlambat tiba sehingga ia tertinggal jadwal lanjutan.

"Iya, ketinggal. Kapalnya macet di tengah jalan," ia mengungkapkan.

Imran bersama 10 anggota keluarganya kini harus menunggu di ruang tunggu pelabuhan hingga jadwal berikutnya yang tersedia pada 3 April 2026.

"Dari tanggal 26 Maret berangkat, sekarang tanggal 28, nunggu kapal lagi tanggal 3 April," ujarnya.

Ia menyebut kejadian ini merupakan pengalaman pertama selama bertahun-tahun mudik menggunakan kapal laut.

Untuk melanjutkan perjalanan, Imran memilih mengganti jadwal tanpa perlu membeli tiket baru.

Perjalanan laut dari Jakarta menuju Makassar diperkirakan memakan waktu sekitar empat hari empat malam sebelum dilanjutkan ke Bone, Sulawesi Selatan.

Data Penumpang dan Antisipasi Pelabuhan

Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran Pelabuhan Tanjung Priok per 28 Maret 2026 pukul 12.00 WIB, jumlah penumpang berangkat tercatat 647 orang atau meningkat 183,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 228 orang.

Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba sebanyak 338 orang atau turun 73,45 persen dibandingkan 1.273 orang pada periode yang sama tahun 2025.

Total penumpang yang dilayani mencapai 985 orang atau mengalami penurunan 34,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.501 orang.

Aktivitas armada pada hari tersebut mencakup satu kedatangan dan dua keberangkatan kapal yakni KM Dobonsolo tujuan Surabaya, KM Salvia dari Tanjung Pandan, dan KM Star Belitung dari Pangkal Balam.

KM Dobonsolo mengangkut 559 penumpang dengan tingkat keterisian 22,5 persen dari kapasitas 2.481 orang.

Otoritas pelabuhan telah memetakan jadwal kedatangan kapal hingga awal April 2026 untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Puncak arus penumpang diperkirakan terjadi pada 30 Maret 2026 melalui KM Tidar yang membawa 1.814 penumpang dari Tanjung Perak menuju Kijang.

KSOP Utama Tanjung Priok juga menyiapkan langkah mitigasi keterlambatan akibat cuaca dan kendala teknis dengan mengoptimalkan ruang tunggu serta menyediakan transportasi lanjutan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Penulis :
Shila Glorya