Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenag Perkuat Literasi Digital Siswa dan Santri untuk Dukung Implementasi PP TUNAS

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemenag Perkuat Literasi Digital Siswa dan Santri untuk Dukung Implementasi PP TUNAS
Foto: Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al Asyhar (sumber: Kemenag)

Pantau - Kementerian Agama memperkuat literasi digital bagi lebih dari 13 juta siswa dan santri di lingkungan pendidikan agama dan keagamaan sebagai bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak (PP TUNAS).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan generasi muda tidak hanya cakap dalam penggunaan teknologi, tetapi juga memiliki etika dan karakter dalam bermedia digital.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al Asyhar menyatakan Kemenag memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda di era digital.

Ia mengungkapkan, "Kami menyambut baik berlakunya PP TUNAS. Ini menjadi momentum untuk memperkuat literasi digital di kalangan siswa dan santri, agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab."

Integrasi Literasi Digital dalam Pembelajaran

Penguatan literasi digital dilakukan dengan mengintegrasikan materi ke dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan agama dan keagamaan.

Materi yang diberikan mencakup etika digital, kemampuan memilah informasi, serta penguatan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam bermedia.

Kemenag juga mengoptimalkan peran guru, penyuluh agama, pengelola pesantren, dai, dan khatib dalam memberikan edukasi digital kepada peserta didik.

Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak diperkuat untuk menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak.

Thobib menegaskan, "Literasi digital adalah bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Kami ingin memastikan siswa dan santri tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif di ruang digital."

Peran Keluarga dan Lingkungan Diperkuat

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan implementasi PP TUNAS harus dibarengi dengan penguatan nilai serta literasi digital berbasis keluarga dan pendidikan keagamaan.

Ia menyatakan, "Kita ingin ruang digital menjadi ruang yang aman, sehat, dan mendidik bagi generasi muda. Karena itu, literasi digital harus diperkuat, tidak hanya pada anak, tetapi juga pada orang tua dan lingkungan terdekatnya."

Kemenag akan mengoptimalkan peran madrasah, pesantren, dan penyuluh agama dalam membangun kesadaran kolektif terkait penggunaan teknologi.

Fokus utama kebijakan ini adalah penguatan etika dan tanggung jawab dalam bermedia digital di kalangan generasi muda.

Menag menambahkan, "Kita memiliki lebih dari 13 juta siswa madrasah dan santri. Ini adalah kekuatan besar untuk membangun budaya digital yang beretika, beradab, dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan."

Kemenag berharap implementasi PP TUNAS dapat berjalan optimal guna menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak serta memperkuat peran keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mendampingi generasi muda di era digital.

Penulis :
Shila Glorya