
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan PT Pelindo untuk mencegah kemacetan parah di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang sempat terjadi pada 2025.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan langkah tersebut di Balai Kota Jakarta pada Selasa, 31 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, "Pemerintah DKI Jakarta memberikan ruang kepada Pelindo kurang lebih lima hektar di Terminal Tanah Merdeka untuk tempat parkirnya, supaya tidak seperti yang lalu."
Antisipasi Lonjakan Aktivitas Pelabuhan
Kerja sama ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya aktivitas di pelabuhan pada tahun sebelumnya yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan parkir kontainer.
Pemprov DKI Jakarta bersama Pelindo menyediakan lahan parkir yang mampu menampung sekitar 200 kontainer sebagai langkah antisipasi.
Pramono menambahkan, "Untuk itu, kami juga menggratiskan (lahan parkir) kepada Pelindo, karena memang biaya kalau ada kemacetan, yang seperti tahun lalu itu, cost-nya terlalu tinggi sekali."
Evaluasi Kemacetan Parah Tahun 2025
Kemacetan parah di Tanjung Priok terjadi pada April 2025 akibat lonjakan jumlah truk yang melebihi kapasitas normal.
Jumlah truk yang semestinya sekitar 2.500 truk per hari meningkat menjadi 4.000 truk per hari, bahkan mencapai 7.000 truk per hari.
Pramono menyatakan, "Sehingga mengalami kemacetan lalu lintas, dan akhirnya saya juga baru tahu tadi pagi dari Kepala Dinas Perhubungan. Bukan lagi 4.000, tetapi menjadi 7.000 truk per hari. Ini menunjukkan ketidakprofesionalan pengelola yang ada di Tanjung Priok."
Atas kejadian tersebut, ia meminta Pelindo untuk melakukan langkah antisipasi agar kemacetan serupa tidak terulang kembali.
- Penulis :
- Shila Glorya



