Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Konsep “Health” dan “Ecotourism” Dinilai Berdampak bagi Ekonomi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Konsep “Health” dan “Ecotourism” Dinilai Berdampak bagi Ekonomi
Foto: (Sumber : Kinarya Anak Bangsa mengikuti rapat terkait pengembangan "health tourism" yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (ANTARA/HO-Kinarya Anak Bangsa).)

Pantau - Yayasan Kinarya Anak Bangsa menilai pengembangan konsep health tourism dan ecotourism yang berbasis konservasi lingkungan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian sekaligus keberlanjutan lingkungan.

Pendiri Kinarya Anak Bangsa Rosita Yuwanasari Suwardi Wibawa mengatakan konsep tersebut perlu didasarkan pada prinsip konservasi lingkungan, termasuk perlindungan tanah dan sumber daya air.

"Maupun berdampak kepada hidup yang lebih baik bagi masyarakat dan kehidupan alam," kata Rosita dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Yayasan Kinarya Anak Bangsa sendiri merupakan organisasi yang bergerak di bidang lingkungan, sosial, hingga inklusi hukum keluarga, dan sejak 2024 tercatat memperoleh status Special Consultative di Economic and Social Council Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dibahas Bersama Pemangku Kepentingan

Konsep pengembangan health tourism dan ecotourism tersebut disampaikan dalam rapat yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Rapat itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, rumah sakit, para dokter, yayasan, asosiasi, ahli kesehatan dan pariwisata, komunitas pelaku wisata air, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Rosita juga menyoroti posisi strategis Kabupaten Klaten yang berada di antara Kota Solo dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dikenal sebagai destinasi wisata ramai.

Menurutnya, Klaten dapat mengusung konsep wisata yang berbeda dengan menonjolkan suasana keheningan, wellness, serta kesehatan jiwa dan raga.

Ia juga mendorong penelitian yang mengaitkan potensi pariwisata dengan aspek lingkungan, sejarah Kerajaan Medang atau Mataram Kuno di Klaten, sejarah Sunan Pandanaran atau Sunan Bayat, serta potensi mata air dan peninggalan candi yang banyak ditemukan di wilayah tersebut.

Gagasan Wisata Tidur

Dalam rapat tersebut, Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Laksono Trisnantoro turut menyampaikan konsep layanan wisata yang berkaitan dengan kesehatan, salah satunya wisata tidur.

Gagasan tersebut memunculkan diskusi mengenai kemungkinan penelitian terkait sleeping disorder atau gangguan tidur yang dapat menjadi dasar pengembangan layanan wisata tidur di Klaten.

Penulis :
Ahmad Yusuf