Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Minat Penggunaan Jargas Meningkat, BPH Migas Dorong Perluasan dan Partisipasi Mandiri Masyarakat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Minat Penggunaan Jargas Meningkat, BPH Migas Dorong Perluasan dan Partisipasi Mandiri Masyarakat
Foto: Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Hasbi Anshory mengunjungi pelanggan jargas di Kota Jambi, Jambi, Rabu 1/4/2026 (sumber: Humas BPH Migas)

Pantau - Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Hasbi Anshory menyampaikan bahwa penggunaan jaringan gas bumi (jargas) semakin diminati oleh rumah tangga dan pelaku usaha karena dinilai lebih murah, praktis, dan rendah emisi.

Efisiensi dan Penghematan Jadi Daya Tarik

Hasbi menyatakan bahwa "Jargas ini terbukti lebih efisien, tidak perlu antre, dan mampu menghemat pengeluaran rumah tangga. Ini juga membantu negara dalam mengurangi beban subsidi LPG".

Ia menegaskan pemerintah akan terus mendorong pemanfaatan jargas untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha guna meningkatkan efisiensi energi nasional.

Hasbi juga mendorong masyarakat untuk memasang jargas secara mandiri agar perluasan jaringan dapat berjalan lebih cepat tanpa bergantung sepenuhnya pada subsidi negara.

Ia menjelaskan bahwa "Jargas yang dibangun menggunakan APBN diutamakan untuk saudara-saudara kita yang kurang mampu. Kalau kita berharap pembangunan jargas ditanggung semua oleh negara yang anggarannya terbatas, maka pengembangannya tidak bisa cepat".

Dalam kunjungannya, Hasbi melakukan pemantauan metering regulating station (MRS) jargas di Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.

Pelaku Usaha dan Warga Rasakan Manfaat

Pemilik rumah makan di Kota Jambi, Kevindra Try Nugraha, menyebut jargas sebagai energi yang aman, murah, efisien, dan terjangkau.

Ia mengatakan bahwa "Saya ditawari menggunakan gas bumi karena sebelumnya restoran di Palembang, Sumsel, sudah pakai jargas, jadi saya langsung tertarik. Penghematannya bisa mencapai 50 sampai 60 persen".

Sebelum menggunakan jargas, biaya bahan bakar memasak di usahanya mencapai Rp16-17 juta per bulan.

Setelah beralih ke jargas, biaya tersebut turun menjadi Rp8-10 juta per bulan.

Kevindra menyarankan pelaku usaha kuliner untuk menggunakan jargas karena lebih hemat dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa "Saya rasa semua pengusaha makanan dan minuman harus menggunakan jargas. Di awal, biaya memasangnya memang cukup besar, tapi selanjutnya kalau kita hitung, secara akumulatif jadi lebih murah. Mungkin 3-4 bulan sudah kembali modal. Secara jangka panjang pasti akan jauh lebih baik".

Ia juga menilai jargas lebih praktis karena tidak perlu mengganti tabung LPG dan tidak khawatir kehabisan gas.

Sementara itu, pelanggan rumah tangga M Silaban mengaku hanya membayar sekitar Rp60.000-70.000 per bulan untuk penggunaan jargas.

Biaya tersebut jauh lebih murah dibandingkan LPG 12 kilogram yang mencapai sekitar Rp200 ribu.

Selama 12 tahun menggunakan jargas, ia mengaku tidak pernah mengalami kendala.

Ia juga menyebut warga di sekitar tempat tinggalnya mulai tertarik beralih ke jargas dan berharap pemerintah memperluas infrastruktur agar lebih banyak masyarakat merasakan manfaatnya.

Target Perluasan dan Sosialisasi

Hasbi mengajak pemerintah daerah Jambi untuk meningkatkan sosialisasi penggunaan jargas kepada masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa "Mari kita bersama-sama menyosialisasikan jargas ini. Berdasarkan hasil dialog dengan warga, masih ada yang takut menggunakan jargas. Padahal, gas bumi ini sangat aman. Berat jenisnya lebih kecil dari LPG, sehingga gasnya langsung menguap. Jargas ini aman, jadi perlu disosialisasikan bahwa jargas itu aman dan murah. Itu yang perlu kita ingat".

Di Kota Jambi, telah terbangun sekitar 13.000 sambungan rumah jargas yang dibiayai APBN.

Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 28.000 sambungan rumah pada tahun 2026 dengan tambahan sekitar 15.000 sambungan yang saat ini sedang dibangun.

Pasokan gas untuk jargas berasal dari PHE Jambi Merang.

Pengelolaan jargas dilakukan oleh PT Pertagas Niaga bekerja sama dengan PT Jambi Indoguna Internasional.

Manajer Infrastruktur Jargas Pertagas Niaga Dwi Wahyono menyebut biaya pemasangan mandiri sekitar Rp4,5 juta tergantung panjang jaringan pipa.

Ia menyampaikan bahwa "Kami akan terus melakukan sosialisasi mengenai manfaat jargas agar lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha yang menggunakan jargas".

Penulis :
Leon Weldrick