
Pantau - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) berencana melakukan pemungutan suara terhadap resolusi terkait Selat Hormuz paling cepat pada Jumat, 3 April 2026, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Resolusi untuk Amankan Jalur Strategis
Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani mengatakan resolusi tersebut akan memberi kewenangan kepada negara anggota untuk menggunakan langkah pertahanan yang diperlukan di Selat Hormuz dan sekitarnya.
"Resolusi yang diusulkan akan memberi wewenang kepada negara-negara anggota untuk menggunakan "semua cara pertahanan yang diperlukan dan sesuai dengan keadaan, di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya," ungkapnya.
Resolusi itu juga bertujuan mengamankan jalur pelayaran internasional serta menuntut Iran menghentikan serangan terhadap kapal dagang dan komersial.
"Kami berharap adanya posisi yang bersatu dari Dewan yang terhormat ini selama pemungutan suara yang akan berlangsung pada rancangan resolusi besok," ujar Al Zayani.
Ketegangan Picpbb, hormuz, iran, resolusi, energiu Ancaman Energi Global
Situasi di Selat Hormuz memanas setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari yang dibalas dengan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Ketegangan tersebut memicu blokade de facto di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas dari Teluk Persia ke pasar global.
Kondisi ini berdampak pada lonjakan harga energi dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan global.
Meski demikian, jadwal resmi DK PBB belum mencantumkan pertemuan pada Jumat terkait pemungutan suara tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan









