
Pantau - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon sekaligus berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali.
Ia mengatakan, peristiwa tersebut menjadi duka mendalam sekaligus perhatian serius bagi pemerintah Indonesia.
"Saya mengucapkan belasungkawa, tetapi juga harapan saya peristiwa ini tidak terulang kembali," ungkapnya usai menyambut kedatangan jenazah prajurit TNI di Baseops Lanud Adisutjipto Yogyakarta.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kesepakatan-kesepakatan internasional dalam penugasan misi perdamaian PBB dapat dijalankan secara konsisten.
"Ya, bagaimana kesepakatan-kesepakatan internasional dalam penugasan dari PBB itu bisa konsisten dilakukan," ujarnya.
Sri Sultan juga meminta pemerintah Indonesia bersama PBB melakukan identifikasi menyeluruh terkait penyebab insiden yang menewaskan tiga prajurit tersebut.
Ia menegaskan pentingnya penelusuran untuk memastikan apakah kejadian itu terjadi akibat kelalaian atau unsur kesengajaan.
"Tuntutan kita kan di situ, di PBB, dan semoga itu bisa dilaksanakan dengan baik. Mengidentifikasi betul ini kealpaan atau kesengajaan, saya kira itu," katanya.
Salah satu prajurit yang gugur diketahui berasal dari Kulon Progo, yakni Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kulon Progo.
Gubernur DIY menyatakan tidak mengantar jenazah hingga ke lokasi pemakaman.
"Tidak, sudah dilepas, nanti di sana pelepasan untuk diserahkan kepada keluarga," tutupnya.
- Penulis :
- Gerry Eka









