Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Timur Matangkan Integrasi CCTV Gedung Bertingkat untuk Perkuat Keamanan Kota

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Jakarta Timur Matangkan Integrasi CCTV Gedung Bertingkat untuk Perkuat Keamanan Kota
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp/am..)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur mematangkan integrasi kamera pengawas (CCTV) dari gedung bertingkat empat lantai atau lebih guna memperkuat sistem keamanan kota berbasis teknologi, Senin (6/4).

Integrasi CCTV untuk Pengawasan Kota

Kepala Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Jakarta Timur Wiwit Djalu Adji mengatakan kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

"Terkait pemasangan CCTV di gedung-gedung memang harus dibicarakan dengan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait," ungkapnya.

Ia menjelaskan tujuan utama pemasangan CCTV tersebut adalah untuk meningkatkan pengawasan dan pengamanan kota, bukan sekadar penataan ruang.

Selama ini, CCTV di gedung bertingkat umumnya bersifat internal dan digunakan untuk kepentingan keamanan di dalam area gedung.

"Kalau untuk CCTV yang mengarah ke luar gedung, seperti ke jalan atau area publik, itu memang belum ada. Selama ini sifatnya masih untuk kebutuhan masing-masing gedung dan belum terhubung dengan CCTV Pemprov DKI," jelasnya.

Dukungan Smart City dan Tahap Pembahasan

Melalui kebijakan ini, Pemprov DKI mendorong pengelola gedung menyediakan CCTV yang mengarah ke ruang publik untuk diintegrasikan dalam sistem Smart City.

"Termasuk nantinya CCTV di luar untuk mendeteksi potensi kriminalitas hingga membantu manajemen lalu lintas," ujarnya.

Ia menambahkan integrasi tersebut akan mempermudah pemantauan kejadian secara real time tanpa perlu pengambilan data secara manual.

"Dengan adanya CCTV di luar gedung yang mengarah ke jalan, nantinya bisa membantu memantau kejadian seperti kriminalitas secara real time. Ini juga mempermudah karena data sudah langsung terintegrasi, tidak perlu lagi meminta secara manual," katanya.

Namun, kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan lintas OPD untuk menentukan standar teknis, mekanisme integrasi, serta sanksi bagi pengelola gedung.

"Termasuk soal standar dan mekanisme serta sanksi, ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait," ungkapnya.

Sebagai informasi tambahan, jumlah gedung bertingkat empat lantai atau lebih di Jakarta Timur diperkirakan mencapai 100 hingga 200 bangunan dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Penulis :
Aditya Yohan