
Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menyatakan program Sekolah Rakyat mampu membangkitkan semangat dan harapan anak-anak untuk meraih cita-cita.
Dampak Program bagi Anak dan Keluarga
Arifah Fauzi mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat membuat anak-anak yang sebelumnya kesulitan melanjutkan pendidikan kini memiliki peluang untuk bermimpi lebih tinggi.
"Dengan adanya dukungan tersebut, orang tua dapat lebih tenang dalam memastikan anak-anak mereka tetap bersekolah," ungkapnya di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Ia menyebut program ini juga membantu meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
Program Sekolah Rakyat dinilai menjadi solusi konkret untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam akses pendidikan.
"Program ini inisiatif luar biasa yang mampu menghadirkan keadilan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini menekankan pemenuhan hak dasar anak. Presiden Prabowo Subianto tidak menginginkan ada anak Indonesia yang tidak bisa makan, tidak ingin ada anak Indonesia yang sakit, dan tidak ingin ada anak Indonesia yang tidak bisa menempuh pendidikan," kata Arifah.
Pelaksanaan di Jombang dan Harapan Ke Depan
Pernyataan tersebut disampaikan saat Arifah mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 di Jombang, Jawa Timur yang mulai berjalan sejak 14 Juli 2025.
Sekolah tersebut saat ini menampung 100 siswa tingkat SMP dan SMA sebagai angkatan perdana yang tinggal di asrama.
Arifah juga memotivasi para siswa agar percaya diri dan memanfaatkan kesempatan belajar dengan maksimal.
Ia menegaskan para siswa merupakan generasi masa depan dan calon pemimpin bangsa yang harus terus didukung.
Program ini didukung oleh tenaga pengajar dan pendamping, termasuk 18 guru, wali asuh, serta tenaga pendukung lainnya.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf









