HOME  ⁄  Nasional

Polda Papua Tengah Membongkar Hoaks Foto Korban Kericuhan Dogiyai yang Sempat Viral di Media Sosial

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Polda Papua Tengah Membongkar Hoaks Foto Korban Kericuhan Dogiyai yang Sempat Viral di Media Sosial
Foto: (Sumber : Pamflet Klarifikasi hoax oleh Polda Papua Tengah. ANTARA/HO-Humas Polda Papua Tengah.)

Pantau - Polda Papua Tengah mengungkap peredaran foto hoaks yang diklaim sebagai korban kericuhan di Kabupaten Dogiyai, namun setelah ditelusuri diketahui merupakan dokumentasi lama dari wilayah lain.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Tengah AKBP I Made Suartika menyampaikan bahwa foto yang beredar luas di media sosial dan aplikasi percakapan tidak berkaitan dengan peristiwa terbaru di Dogiyai.

“Penyebaran informasi keliru tersebut berpotensi menyesatkan masyarakat sekaligus memperkeruh situasi keamanan di wilayah Papua Tengah,” ungkapnya.

Penelusuran Ungkap Asal Foto Lama

Ia menjelaskan bahwa foto tersebut diunggah oleh akun KNPB News Nabire dan menyebar melalui WhatsApp dengan klaim sebagai kejadian kericuhan di Dogiyai.

Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan bahwa foto berasal dari akun Facebook milik (LL) dan (AP) yang menunjukkan peristiwa di Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

“Informasi tersebut merupakan posting-an hoaks yang berpotensi menyesatkan masyarakat serta memperkeruh situasi keamanan,” ujarnya.

Selain itu, beredar pula gambar lain yang diklaim sebagai korban kericuhan pada 31 Maret 2026 dan sempat dimuat salah satu media pada 3 April 2026.

Namun hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto tersebut merupakan dokumentasi lama yang sudah pernah dipublikasikan pada 27 Februari 2026.

“Dengan demikian, narasi yang menyebutkan bahwa kejadian dalam gambar tersebut terjadi pada 31 Maret 2026 di Dogiyai ini adalah tidak benar (hoaks), gambar tersebut adalah foto lama,” ujarnya.

Polisi Imbau Masyarakat Tidak Mudah Percaya

Polda Papua Tengah memastikan kondisi keamanan di Dogiyai saat ini aman dan kondusif meskipun patroli tetap ditingkatkan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya serta tidak menyebarluaskan konten yang belum terverifikasi.

“Dengan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyaring informasi agar tidak terpengaruh isu yang dapat memecah persatuan,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti