
Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjanji mencari solusi untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan PPPK saat kunjungan ke SD Inpres Kaniti, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (6/4/2026).
Gibran menyampaikan komitmen tersebut secara langsung kepada para guru usai meninjau sekolah yang telah direnovasi pemerintah pada 2025.
"(Untuk) guru-guru, saya tahu sekarang masih banyak kekurangan, tetapi ini terus kita coba carikan solusinya, terutama untuk PPPK dan honorer," ungkapnya.
Pemerintah Pastikan Tidak Ada Guru Dirumahkan
Wapres menegaskan pemerintah berupaya memastikan tidak ada guru yang terdampak kebijakan melalui koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan pemerintah daerah.
"Makanya, kemarin kami mengirimkan perwakilan dari Kemendagri dan Kemenkeu untuk berdiskusi panjang dengan Pak Gubernur (NTT, red.). Intinya adalah jangan sampai ada yang dirumahkan," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh guru memiliki peran penting dalam mencerdaskan generasi muda tanpa memandang status kepegawaian.
Sekolah Hasil Renovasi dan Harapan Guru
Kepala SD Inpres Kaniti Yuliana Nenabu mengapresiasi pemerintah atas renovasi sekolah yang sebelumnya dalam kondisi kurang layak.
"Izin kami sampaikan keluhan kami, kalau bisa (guru) PPPK jangan dirumahkan, karena di sini ada 10 orang. Kalau 10 orang dirumahkan, otomatis pendidikan di SD Inpres Kaniti terganggu sekali," katanya.
Renovasi sekolah dilakukan selama 90 hari kerja sejak 1 Oktober hingga 29 Desember 2025 dengan pembangunan 11 ruang kelas lama, tiga ruang kelas baru, ruang administrasi, rumah dinas guru, dan fasilitas toilet.
Gibran juga memotivasi 420 siswa yang belajar di sekolah tersebut agar lebih semangat dalam menempuh pendidikan.
"Sekarang ruang kelasnya sudah bagus, sudah dibangun dengan baik. Anak-anak, adik-adik harus semangat belajar. Jangan ada tembok-tembok yang dicorat-coret," ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf









