
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur memperkuat upaya penurunan stunting dengan mendorong Aparatur Sipil Negara menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang terindikasi maupun mengalami stunting.
Skema Orang Tua Asuh dan Kolaborasi Lintas Sektor
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menjelaskan setiap ASN diimbau mendampingi satu hingga dua anak guna memastikan pemenuhan gizi dan perhatian secara optimal.
"Salah satunya adalah program orang tua asuh bagi anak-anak yang terindikasi stunting maupun yang telah dinyatakan stunting," ungkapnya.
Ia menegaskan penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh karena berkaitan dengan faktor ekonomi, edukasi orang tua, hingga kondisi lingkungan.
"Permasalahan stunting ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan ekonomi, edukasi orang tua tentang pola makan, hingga kondisi lingkungan," ujarnya.
Pemkot Jakarta Timur juga telah melakukan penandatanganan komitmen bersama dalam Pra Musyawarah Rencana Pembangunan tematik stunting sebagai bentuk keseriusan lintas sektor.
"Kemarin kami juga melakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan seluruh pihak," katanya.
Data Kasus dan Target Penurunan
Pemkot Jakarta Timur sebelumnya fokus menangani 83 anak terindikasi stunting di Kecamatan Cipayung dengan pengawasan ketat, termasuk pemberian makanan tambahan selama tiga bulan.
Data Suku Dinas Kesehatan mencatat pada awal 2025 terdapat 812 kasus stunting di Jakarta Timur dengan sebaran tertinggi di Kecamatan Cakung.
Munjirin optimistis kolaborasi lintas sektor dan inovasi program akan mampu menekan angka stunting secara signifikan.
"Saya imbau kepada seluruh peserta, secara kolaboratif semuanya berbagi peran dalam menyelesaikan stunting," ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf









