
Pantau - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan penguatan penerbangan domestik menjadi strategi utama pemerintah dalam menghadapi penutupan ruang udara di sejumlah negara yang berdampak pada konektivitas global.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga mobilitas masyarakat serta mencegah penurunan permintaan perjalanan di tengah tekanan pada sektor penerbangan internasional.
"Itu sebabnya kita menjaga kenaikan tiket domestik tidak terlalu tinggi agar masyarakat tetap bisa bepergian," ungkapnya.
Pemerintah menilai stabilitas tarif domestik penting untuk menjaga pergerakan penumpang dan menopang sektor pariwisata nasional.
Strategi Menjaga Pariwisata dan Ekonomi
Dudy menyebut pengalaman krisis ekonomi dan pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa pasar domestik menjadi penopang utama pariwisata ketika kunjungan wisatawan asing menurun.
"Saat krisis dan COVID-19, pasar domestik menjadi bantalan pariwisata. Karena itu, kami menjaga agar masyarakat tetap bepergian," ia mengungkapkan.
Pemerintah juga berupaya memastikan perjalanan dalam negeri tetap berjalan guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
"Langkah ini juga untuk mengantisipasi penurunan arus wisatawan dari luar negeri," katanya.
Dampak Global dan Kebijakan Tarif
Pemerintah mengakui kebijakan pembatasan ruang udara oleh sejumlah negara, termasuk China, turut berdampak pada industri penerbangan dan pariwisata Indonesia.
"Dampaknya ada, seperti penurunan pariwisata. Kita tidak bisa melarang negara lain mengurangi penerbangan karena kondisi mereka harus dipahami," ujarnya.
Selain itu, kenaikan harga avtur global juga menjadi tekanan tambahan bagi maskapai penerbangan.
"Kenaikan avtur bersifat global. Kami berharap kondisi ini membaik. Penutupan ruang udara di China akan berdampak pada Indonesia," ia mengungkapkan.
Untuk menjaga keseimbangan antara biaya operasional maskapai dan daya beli masyarakat, pemerintah menetapkan batas kenaikan tarif tiket pesawat domestik kelas ekonomi maksimal 13 persen dengan kisaran 9 hingga 13 persen.
"Tidak boleh lebih dari itu," tegasnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan








