
Pantau - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyetujui kebijakan gencatan senjata dan negosiasi dengan Amerika Serikat yang diumumkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 9 April 2026.
Kebijakan tersebut sebelumnya telah diadopsi secara bulat oleh lembaga-lembaga utama pemerintah Iran sebelum akhirnya mendapat persetujuan dari pemimpin tertinggi.
Iran menyatakan keputusan itu diambil setelah Amerika Serikat menerima ketentuan umum serta kerangka negosiasi yang diajukan oleh Teheran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran.
Dalam kesepakatan tersebut, Iran juga disebut sepakat untuk membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan global.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa perundingan resmi dengan Amerika Serikat akan dimulai pada 10 April 2026.
Lokasi perundingan ditetapkan berlangsung di Islamabad sebagai titik netral bagi kedua negara.
Langkah ini dinilai sebagai upaya meredakan ketegangan yang sebelumnya meningkat antara kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.
Di tengah perkembangan tersebut, militer Israel melancarkan serangan udara dan artileri ke wilayah selatan Lebanon pada 8 April 2026.
Serangan itu menargetkan puluhan permukiman termasuk kota utama Tyre yang menjadi salah satu pusat aktivitas di wilayah tersebut.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran.
Ia mengungkapkan, "Penghentian serangan Israel tidak termasuk dalam kesepakatan karena faktor keterlibatan Hizbullah."
Iran menilai serangan Israel tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah disepakati dengan Amerika Serikat.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat, konflik di kawasan masih melibatkan pihak lain dan belum sepenuhnya mereda.
- Penulis :
- Aditya Yohan





