
Pantau - Pemerintah Australia menegaskan bahwa Lebanon harus dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah guna mewujudkan perdamaian menyeluruh di tengah meningkatnya eskalasi konflik.
Perdana Menteri Anthony Albanese menyampaikan bahwa pemerintahnya sangat yakin kesepakatan tersebut tidak boleh terbatas pada pihak tertentu saja, melainkan harus mencakup Lebanon.
"Pemerintah Australia juga sangat yakin bahwa (kesepakatan gencatan senjata) ini juga harus berlaku untuk Lebanon," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa perhatian publik Australia terhadap konflik di Lebanon semakin meningkat karena dampaknya yang luas.
"Dan saya tahu bahwa banyak warga Australia prihatin dengan peristiwa yang terjadi di Lebanon. Ini bukan hanya masalah dampak di sana, tetapi juga dampak yang ditimbulkannya di seluruh dunia," ia mengungkapkan.
Dukungan Internasional untuk Perluasan Gencatan Senjata
Pemerintah di Canberra menyambut baik kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait gencatan senjata selama dua minggu yang bertujuan membuka ruang perundingan untuk menyelesaikan konflik regional.
Australia juga bekerja sama dengan mitra internasional untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz guna menjaga pasokan sumber daya penting di tengah ketegangan kawasan.
Di Eropa, Presiden Prancis Emmanuel Macron memimpin upaya diplomatik agar Lebanon dimasukkan dalam kesepakatan tersebut, sementara Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper turut mendesak langkah serupa.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengutuk serangan Israel terhadap Lebanon dan meminta perluasan cakupan gencatan senjata.
Eskalasi Serangan dan Dampak Korban
Serangan Israel di Lebanon dilaporkan menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya, dengan target mencakup belasan permukiman di Lebanon selatan termasuk kota Tyre.
Kelompok Hizbullah menyatakan akan membalas serangan tersebut yang disebut menewaskan warga sipil.
Serangan ini terjadi sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu dengan Iran, yang tidak mencakup penghentian serangan Israel di Lebanon karena keterlibatan Hizbullah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menilai serangan Israel ke Lebanon sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan








