
Pantau - Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan konflik di Timur Tengah telah menyebabkan kesulitan besar di seluruh dunia serta menguji ketahanan ekonomi global akibat gangguan pasokan energi dan logistik.
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menegaskan bahwa perang di kawasan tersebut membawa dampak luas terhadap perekonomian global.
"Ekonomi dunia yang tangguh sedang kembali diuji oleh perang yang kini sedang mendera Timur Tengah. Konflik tersebut telah menyebabkan kesulitan besar di seluruh dunia," ungkapnya.
Konflik tersebut berdampak langsung pada distribusi energi global, termasuk penurunan pasokan minyak dan gas alam cair.
Dampak pada Energi dan Pasokan Global
IMF mencatat distribusi minyak global berkurang sekitar 13 persen per hari, sementara distribusi gas alam cair menurun sekitar 20 persen per hari akibat gangguan di jalur strategis.
Gangguan ini berpotensi menyebabkan penutupan kilang serta meningkatkan risiko krisis bahan bakar dan pangan di berbagai negara.
"Sebagai peringatan, karena ini adalah guncangan negatif terhadap pasokan, maka penyesuaian permintaan tidak dapat dihindari," ia mengungkapkan.
Latar Belakang Konflik dan Upaya Gencatan Senjata
Konflik terbaru dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Iran juga sempat membatasi lalu lintas di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan energi global, sehingga memicu lonjakan harga energi.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, disusul pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








