HOME  ⁄  Geopolitik

Lebanon Minta Dukungan Pakistan Hentikan Serangan Israel di Tengah Ketegangan Regional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Lebanon Minta Dukungan Pakistan Hentikan Serangan Israel di Tengah Ketegangan Regional
Foto: (Sumber : Foto menunjukkan kebakaran yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich/aa..)

Pantau - Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam meminta dukungan Pakistan untuk segera menghentikan serangan Israel yang menargetkan Beirut dan warga sipil di tengah eskalasi konflik kawasan.

Permintaan tersebut disampaikan dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebagai bagian dari upaya diplomatik Lebanon.

"Sambil mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif atas upaya perdamaiannya, Perdana Menteri Lebanon meminta dukungan Pakistan untuk mengakhiri segera serangan yang menargetkan Lebanon dan rakyatnya," ungkapnya.

Pakistan disebut sebagai aktor kunci dalam proses gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan baru-baru ini.

Peran Pakistan dan Kesepakatan Gencatan Senjata

Melalui mediasi Pakistan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran untuk membuka ruang dialog.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Selat Hormuz diketahui menjadi jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair global.

Serangan Israel dan Reaksi Internasional

Di saat bersamaan, Israel melancarkan serangan udara dan artileri ke belasan permukiman di Lebanon selatan, termasuk kota besar Tyre.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran karena adanya keterlibatan kelompok Hizbullah.

Pihak Iran menilai serangan Israel ke Lebanon sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Penulis :
Ahmad Yusuf