HOME  ⁄  Nasional

Jejak Duka dan Harapan di Aceh Utara, Dusun Lhok Pungki Hilang Diterjang Banjir Bandang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jejak Duka dan Harapan di Aceh Utara, Dusun Lhok Pungki Hilang Diterjang Banjir Bandang
Foto: (Sumber : Foto udara rumah dan perkebunan warga yang terdampak bencana banjir bandang di Desa Sahraja, Pante Bidari, Aceh Timur, Aceh, Minggu (22/2/2026). Sebanyak 243 kepala keluarga (KK) di desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah itu kehilangan tempat tinggal, fasilitas umum, serta kebun akibat banjir bandang yang melanda dusun tersebut pada akhir November 2025. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.)

Pantau - Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Utara pada akhir November 2025 meluluhlantakkan Dusun Lhok Pungki hingga dijuluki “dusun yang hilang”, menyisakan puing, duka, dan perjuangan warga untuk bangkit menjelang Ramadan 2026.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, yang berbatasan dengan Kabupaten Bireuen dan Bener Meriah, dengan dampak menghancurkan hampir seluruh permukiman warga.

Sebanyak 85 kepala keluarga dengan total 326 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut, sementara akses menuju lokasi masih sulit karena jalan rusak dan kerap terputus saat hujan.

Dusun Hilang dan Luka yang Tersisa

Tim ANTARA yang melakukan peliputan pada 15–24 Februari 2026 menyaksikan langsung kondisi dusun yang kini hanya menyisakan batu besar dan kayu gelondongan.

Material banjir berukuran besar menyerupai batu vulkanik dan batang kayu raksasa tampak berserakan di lokasi yang sebelumnya merupakan permukiman padat.

Seorang warga, Adi (40), mengaku kehilangan rumah sekaligus anggota keluarganya akibat bencana tersebut.

“Orang tua sudah tidak ada, jenazahnya juga tidak ada. Satu keluarga sudah tidak ada lagi. Kakak, adik pun tidak ada,” ungkapnya lirih.

Ia juga menyebut makam kedua orang tuanya ikut hilang tersapu banjir bersama jasad anggota keluarga yang belum ditemukan.

Hunian Sementara Jadi Harapan Baru

Setelah hampir empat bulan tinggal di pengungsian, warga kini mulai menempati hunian sementara yang dibangun pemerintah.

Kepala Desa Gunci Fazir Ramli mengatakan sebanyak 86 unit hunian sementara telah dibangun dan seluruhnya sudah ditempati warga.

“Saat ini sudah dibangun 86 unit huntara, dan semuanya telah ditempati,” ujarnya.

Hunian sementara tersebut menjadi tempat bagi warga untuk memulai kembali kehidupan di tengah keterbatasan, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Kondisi ini menunjukkan proses pemulihan pascabencana masih berlangsung, dengan harapan warga dapat kembali bangkit meski kehilangan besar yang dialami.

Penulis :
Ahmad Yusuf