
Pantau - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI fokus memperkuat pendekatan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba melalui sinergi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam pertemuan di Jakarta.
Dorong Rehabilitasi dan Kurangi Pemidanaan
Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menghadapi persoalan narkotika yang semakin kompleks.
Ia mengungkapkan, "Ini mengingat masih terdapat penyalahguna narkotika yang penanganannya berujung pada pemidanaan sehingga menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan (lapas)."
Selain rehabilitasi, BNN juga terus mengoptimalkan pemberantasan jaringan peredaran gelap serta memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing melalui pengembangan sistem intelijen.
Atasi Overcapacity Lapas dan Perkuat Sinergi
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyebut kondisi lapas yang mengalami kelebihan kapasitas masih menjadi tantangan utama.
Pemerintah, kata dia, terus melakukan berbagai langkah seperti pembangunan lapas baru dan redistribusi warga binaan untuk mengurangi kepadatan.
Ia juga menegaskan penguatan integritas petugas dan peningkatan pengawasan menjadi fokus untuk menjaga sistem pemasyarakatan tetap kondusif.
Sebagai penutup, BNN dan Kementerian Imipas menegaskan komitmen bersama memperkuat kolaborasi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara terpadu dan berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pemulihan serta melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
- Penulis :
- Aditya Yohan








