HOME  ⁄  Nasional

Wacana Fusi NasDem dan Gerindra Mencuat, Saan Mustopa Sebut Masih Sekadar Ide

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Wacana Fusi NasDem dan Gerindra Mencuat, Saan Mustopa Sebut Masih Sekadar Ide
Foto: Wakil Ketua DPP NasDem, Saan Mustopa (sumber: NasDem)

Pantau - Partai NasDem menanggapi isu peleburan atau fusi dengan Partai Gerindra yang mencuat belakangan ini melalui Wakil Ketua Umum DPP NasDem, Saan Mustopa, yang menyebut wacana tersebut masih sebatas ide dan belum dibahas secara internal.

Wacana Fusi Dinilai Hal Biasa dalam Politik

Saan Mustopa mengaku baru mengetahui isu tersebut dan merasa terkejut karena tiba-tiba ramai diperbincangkan.

“Ini juga saya baru, kaget juga, ya, mencuat terkait dengan soal isu fusi. Dalam bahasa politik itu kan fusi, ya, bukan merger. Bukan akuisisi, [melainkan] fusi, Gerindra-NasDem,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam lanskap politik nasional, fusi partai merupakan hal yang wajar dan pernah terjadi sebelumnya.

“Kita dulu tahun '73 kan juga ada fusi. Dari sekian banyak partai menjadi tiga partai. Dan sebagai sebuah ide, sebagai sebuah gagasan, tentu dipertimbangkan atau dipikirkan kan menjadi hal yang biasa,” ujarnya.

Realisasi Fusi Butuh Pertimbangan Mendalam

Menurut Saan, meski wacana fusi merupakan hal lumrah, realisasinya memerlukan pertimbangan serius terkait berbagai aspek mendasar partai.

“Ketika misalnya rencana atau ada wacana terkait dengan fusi, faktor itu juga kan perlu harus kita pertimbangkan. Ideologi, identitas, eksistensi masing-masing partai dengan semangat, motivasi, dan filosofi membangun partai masing-masing,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada pembahasan khusus di internal NasDem mengenai kemungkinan fusi dengan Gerindra.

“Jadi, sekali lagi, sebagai sebuah ide atau wacana, ya, atau gagasan, itu hal yang biasa saja, tapi ketika kita mau wujudkan, banyak hal yang harus dipikirkan, harus didiskusikan, harus direncanakan,” tegasnya.

Saan menambahkan bahwa saat ini NasDem masih fokus pada konsolidasi internal partai.

“Karena kita sekarang masih fokus mengkonsolidasikan internal kita,” katanya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti isi pertemuan antara Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

“Saya tidak tahu persis terkait dengan soal pertemuan, apalagi terkait dengan substansi dari pertemuan tersebut apa saja yang dibicarakan,” tuturnya.

Namun demikian, ia menilai pertemuan tersebut sebagai hal yang wajar mengingat NasDem merupakan bagian dari koalisi pemerintah.

“Karena itu, untuk bisa memaksimalkan dukungan NasDem terhadap pemerintah, maka yang namanya komunikasi dalam bentuk silaturahmi atau pertemuan itu hal yang lazim dilakukan antara pimpinan partai koalisi dengan Presiden,” pungkasnya.

Penulis :
Leon Weldrick