
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi pangan berupa lembaran buah berbasis Jeruk Gamindo B yang praktis, bergizi, dan berpotensi meningkatkan nilai tambah hortikultura nasional, Selasa (14/4).
Kandungan Gizi dan Proses Produksi
Peneliti PRTPP BRIN Imro’ah Ikarini menjelaskan Jeruk Gamindo B memiliki karakteristik ukuran kecil, kulit yang dapat dikonsumsi, serta rasa asam-manis khas.
"Invensi ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan Jeruk Gamindo B secara utuh sekaligus menghasilkan produk pangan ringan yang praktis, bergizi, dan bernilai ekonomi lebih tinggi," ungkapnya.
Ia menyebut jeruk tersebut mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, pektin, minyak atsiri, dan vitamin C yang menjadikannya potensial sebagai pangan fungsional.
Hasil penelitian menunjukkan produk lembaran jeruk ini mengandung vitamin C sebesar 83,16 mg per 100 gram, aktivitas antioksidan 51,72 persen, serta serat pangan kasar 1,77 persen.
Proses pembuatannya meliputi tahap sortasi, pencucian, perendaman, penghancuran menjadi puree, pencampuran bahan, hingga pemanasan dan pengeringan menggunakan dehydrator.
Potensi Hilirisasi dan UMKM
Imro’ah menambahkan produk ini memiliki keunggulan berupa tekstur elastis, rasa yang lebih disukai konsumen, serta daya simpan yang lebih panjang.
"Formulasi yang dikembangkan mampu menghasilkan produk dengan kadar air rendah sehingga daya simpan lebih panjang," ujarnya.
Ia menilai penggunaan bahan baku lokal dan teknologi sederhana memungkinkan inovasi ini diadopsi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
"Inovasi ini membuka peluang hilirisasi riset BRIN menjadi produk komersial yang dapat meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








