
Pantau - Kejaksaan Agung Republik Indonesia melakukan mutasi terhadap 65 Kepala Kejaksaan Negeri di berbagai daerah berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-IV-347/C/04/2026 tertanggal 13 April 2026.
Mutasi Rutin dan Penjelasan Kejagung
Mutasi tersebut diumumkan pada Selasa, 14 April 2026, di Jakarta oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna.
Ia menyatakan bahwa mutasi merupakan hal yang wajar dan rutin dilakukan di lingkungan kementerian atau lembaga.
"Mutasi adalah hal yang lumrah dan secara berkelanjutan dilakukan oleh kementerian/lembaga. Tentunya isinya pasti ada yang mutasi, promosi, dan demosi," ungkapnya.
Surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas), Hendro Dewanto atas nama Jaksa Agung RI.
Kasus Danke Rajagukguk dan Daftar Kajari Baru
Salah satu pejabat yang dimutasi adalah Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Karo, Danke Rajagukguk.
Danke dimutasi ke jabatan fungsional dan tidak lagi menjabat posisi struktural.
"Saudari Danke dimutasi diagonal. Artinya, dia tidak dalam jabatan struktural, tapi dalam jabatan fungsional untuk saat ini," kata Anang.
Posisi Kajari Karo kini digantikan oleh Edmond Novvery Purba.
Mutasi terhadap Danke terjadi setelah dirinya diperiksa terkait penanganan perkara videografer Amsal Sitepu yang menimbulkan polemik.
Selain itu, Yadyn yang sebelumnya menjabat Kepala Subdirektorat Penyidikan Tindak Pidana Korupsi dan TPPU pada Jampidsus Kejagung dimutasi menjadi Kajari Jember.
Adapun 65 jaksa yang dimutasi menjadi Kajari antara lain Bobbi Sandri sebagai Kajari Banda Aceh, Fredy Feronico Simanjuntak sebagai Kajari Rokan Hulu, R Firmansyah sebagai Kajari Barito Utara, Dado Achmad Ekroni sebagai Kajari Serang, Adi Rifani sebagai Kajari Lebak, Subagio Gigih Wijaya sebagai Kajari Ende, David Palapa Duarsa sebagai Kajari Bondowoso, Taufik sebagai Kajari Sarolangun, Herman Kondo Siriwa sebagai Kajari Kabupaten Murung Raya, Adi Imanuel Palebangan sebagai Kajari Tomohon.
Selanjutnya Petrus Andri Parlindungan Napitupulu sebagai Kajari Bangka Tengah, Fitri Zulfahmi sebagai Kajari Mamuju, Anto Widi Nugroho sebagai Kajari Tanjung Jabung Timur, Herlambang Saputro sebagai Kajari Seram Bagian Barat, Harwanto sebagai Kajari Penajam Paser Utara, Koko Erwinto Danarko sebagai Kajari Luwu Utara, Deddy Sutendy sebagai Kajari Kota Cirebon, Syahrir Jasman sebagai Kajari Batubara, Irfan Nirwana Satriyadi sebagai Kajari Aceh Barat, Febrianda Ryendra sebagai Kajari Cilegon.
Kemudian Robby Permana Amri sebagai Kajari Rote Ndao, Hartadhi Christianto sebagai Kajari Padang Sidempuan, Pradhana Probo Setyarjo sebagai Kajari Kota Tangerang, I Ketut Sudiarta sebagai Kajari Maros, Ilham Wahdini sebagai Kajari Seram Bagian Timur, Mohammad R Bugis sebagai Kajari Tanjung Jabung Barat, Krisnandar sebagai Kajari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Budiman sebagai Kajari Sinjai, Rindang Onasia sebagai Kajari Pangkal Pinang, Retno Setyowati sebagai Kajari Sukoharjo.
Berikutnya Yuli Andri sebagai Kajari Empat Lawang, Indra Gunawan sebagai Kajari Dharmasraya, Taupiq Djalal sebagai Kajari Bau-Bau, Alezander Zaldi sebagai Kajari Labuhanbatu Selatan, Widarto Adi Nugroho sebagai Kajari Tual, Nurul Hidayat sebagai Kajari Sawahlunto, Sutrisno sebagai Kajari Ngada, Muhammad Indra Muda Nasution sebagai Kajari Brebes, M Emri Kurniawan sebagai Kajari Tapanuli Selatan, Medie sebagai Kajari Tabanan.
Selanjutnya Nurwendah Arumsari sebagai Kajari Solok, Teddy Rorie sebagai Kajari Kudus, Ryan Jerry Untu sebagai Kajari Flores Timur, Bambang Sunoto sebagai Kajari Banyumas, Rahmat sebagai Kajari Halmahera Utara, Rully Mutiara sebagai Kajari Rembang, Noptra sebagai Kajari Agam, Yadyn sebagai Kajari Jember, Soekesto Ariesto sebagai Kajari Magetan, Badri Wasil sebagai Kajari Aceh Jaya.
Kemudian Dicky Darmawan sebagai Kajari Buleleng, Mernawati sebagai Kajari Dumai, Purnama sebagai Kajari Sragen, Dian Herdiman sebagai Kajari Parigi Moutong, Jeffry Paultje Maukar sebagai Kajari Labuhan Batu, Saptono sebagai Kajari Lampung Timur, Tasjrifin Muljana Abdul sebagai Kajari Kotamobagu, Rustandi Gustawirya sebagai Kajari Kabupaten Pasuruan, Normadi Elfajr sebagai Kajari Hulu Sungai Selatan, Nurul Anwar sebagai Kajari Kota Mojokerto.
Terakhir Dwi Hadi Purnomo sebagai Kajari Boalemo, Romadu Novelino sebagai Kajari Kolaka, Erwin Widihantono sebagai Kajari Bitung, Edmond Novvery Purba sebagai Kajari Karo, dan Imam Fauzi sebagai Kajari Nias Selatan.
Mutasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan penataan sumber daya manusia di lingkungan Kejaksaan RI.
- Penulis :
- Shila Glorya








