
Pantau - Pemerintah Provinsi Bali bersama wilayah Sarbagia menyepakati pembangunan 22 proyek strategis secara gotong royong guna mempercepat pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Pulau Dewata.
Kesepakatan dan Skema Gotong Royong
Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa awalnya terdapat 20 proyek strategis yang direncanakan untuk dibangun di Bali.
Ia menjelaskan bahwa empat proyek kemudian diambil alih oleh pemerintah pusat melalui skema proyek strategis nasional.
Pemprov Bali bersama pemerintah kabupaten/kota selanjutnya menambah enam proyek baru sehingga total keseluruhan menjadi 22 proyek strategis.
Kesepakatan ini melibatkan daerah Sarbagia yang terdiri dari Denpasar, Badung, dan Gianyar sebagai penyumbang pendapatan asli daerah tertinggi dari sektor pajak hotel dan restoran.
Daerah Sarbagia secara kolektif menyisihkan sebagian pendapatan untuk membantu pembangunan wilayah lain melalui skema bantuan keuangan khusus.
Penandatanganan kesepakatan dilakukan di Denpasar oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.
Koster menyatakan, "Ini menjadi bukti nyata bahwa Bali tidak hanya berbicara soal kemajuan, tetapi juga tentang keadilan."
Fokus Infrastruktur dan Pemerataan Ekonomi
Sebanyak 22 proyek strategis tersebut dirancang untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan kualitas pariwisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 2028-2029.
Proyek prioritas meliputi pembangunan Jalan Baru Gatot Subroto Barat-Canggu untuk mengurai kemacetan di kawasan wisata padat.
Selain itu, pembangunan Jalan Sunset Road-Mahendradatta dan Underpass Tohpati menjadi simpul penting lalu lintas di Denpasar.
Pembangunan Jalan Baru Batas Kota Singaraja-Mengwitani ditujukan untuk membuka keterisolasian Bali Utara dan mempercepat distribusi ekonomi.
Jalan Lingkar Nusa Penida juga akan dibangun guna meningkatkan integrasi pariwisata kawasan kepulauan.
Proyek lain mencakup pembangunan Jalan Baru Kusamba-Padangbai serta penghubung Pura Batur-Pura Agung Besakih untuk memperkuat konektivitas ekonomi dan spiritual.
Koster menyampaikan, "Hal ini tidak hanya mempercepat akses, tetapi juga memperkuat identitas budaya Bali yang berbasis keseimbangan antara sekala dan niskala."
Pengembangan pelabuhan terpadu di Sangsit, Amed, Celukan Bawang, dan Kusamba dirancang sebagai pusat distribusi logistik dan pariwisata bahari sekaligus mengurangi beban wilayah Bali selatan.
Selain itu, restorasi kawasan suci Pura Agung Besakih serta pembangunan pusat pengolahan gabah dan pabrik pakan ternak di Tabanan turut menjadi bagian dari program strategis.
Program ini diharapkan mampu menjawab ketimpangan pembangunan antar wilayah serta mengatasi kemacetan dan keterbatasan infrastruktur di Bali utara, timur, dan barat.
Koster menegaskan, "Dengan fondasi kebersamaan yang semakin kuat, Pemprov Bali optimistis 22 proyek strategis ini bukan hanya akan mempercepat pembangunan, tetapi juga memperkokoh kepercayaan masyarakat Bali bahwa pemerintah hadir, bekerja, dan berjuang untuk seluruh rakyat tanpa terkecuali."
Kesepakatan ini menjadi harapan baru bagi terwujudnya pembangunan Bali yang lebih merata hingga ke pelosok desa.
- Penulis :
- Arian Mesa








