
Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarti menegaskan pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, adaptif, dan mampu menjawab tantangan transformasi industri di Depok, Rabu.
Peran Strategis Pendidikan Vokasi
Brian menyatakan bahwa lulusan pendidikan vokasi harus memiliki keseimbangan antara teori dan praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia mengungkapkan, "Lulusan vokasi harus memiliki keseimbangan antara penguasaan teori dan keterampilan praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja."
Pemerintah, lanjut dia, terus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) turut mendukung upaya tersebut melalui penyelenggaraan Open House 2026 pada 15–16 April yang diikuti siswa dan guru dari wilayah Jabodetabek.
Direktur PNJ Syamsurizal mengatakan, "PNJ saat ini masih membuka kesempatan melalui berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru, yaitu jalur ujian mandiri, mandiri prestasi, serta jalur kerja sama industri."
Kolaborasi Industri dan Penguatan Kompetensi
Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan langsung dengan lingkungan kampus, program studi, serta sistem pembelajaran vokasi yang menekankan praktik dan kesiapan kerja.
PNJ juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman bersama alumni dan profesional untuk memperkuat pemahaman tentang kebutuhan industri dan pentingnya soft skills.
Sejumlah mitra strategis seperti CCIT, Badak LNG, MSU, PT SBI, dan HOPE–LZPU terlibat dalam pengembangan pendidikan vokasi berbasis industri.
Selain itu, penandatanganan nota kesepahaman dengan mitra seperti Gapura Angkasa, HOPE–LZPU, dan HAKIT dilakukan untuk mendukung pengembangan kurikulum, program magang, serta penyerapan lulusan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri serta meningkatkan kesiapan kerja lulusan di masa depan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








