HOME  ⁄  Nasional

Pergerakan Wisatawan Saat Lebaran 2026 Dorong Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pergerakan Wisatawan Saat Lebaran 2026 Dorong Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Pengunjung turun dari perahu penyeberangan saat tiba di destinasi wisata Pulau Bokori, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (4/4/2026). ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU)

Pantau - Kementerian Pariwisata menyebut lonjakan pergerakan wisatawan nusantara selama libur Lebaran 2026 mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perputaran ekonomi di berbagai daerah.

Lonjakan Wisatawan dan Dampak Ekonomi

Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa pergerakan masyarakat selama libur Lebaran mencapai 147,55 juta orang, meningkat 2,53 persen dari prediksi awal.

Dalam keterangannya disebutkan, "Momentum positif libur Lebaran diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional."

Dari jumlah tersebut, sekitar 12 persen atau setara 17,27 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan wisata, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,3 persen.

Peningkatan mobilitas ini turut mendorong belanja masyarakat di sektor transportasi, kuliner, akomodasi, hingga produk lokal.

Okupansi Hotel dan Tren Pengeluaran

Tingkat penghunian kamar hotel di berbagai daerah mengalami peningkatan signifikan selama periode 18 hingga 24 Maret 2026.

Data Gabungan Industri Pariwisata Indonesia menunjukkan okupansi hotel favorit mencapai 90 hingga 95 persen.

Sementara itu, tingkat hunian di sejumlah daerah tercatat bervariasi, seperti Jawa Timur dan Yogyakarta sekitar 70 persen, Jawa Tengah 63 persen, Bali 63,34 persen, serta Kabupaten Serang mencapai 90 hingga 100 persen.

Rata-rata pengeluaran wisatawan selama libur Lebaran diperkirakan sebesar Rp3,78 juta per keluarga atau Rp1,15 juta per orang.

Kementerian juga mencatat adanya proyeksi peningkatan perputaran ekonomi nasional selama periode Lebaran, dengan estimasi dari berbagai lembaga mencapai Rp148 triliun hingga Rp190 triliun.

Ke depan, Kementerian Pariwisata akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk menjaga kualitas destinasi dan mendorong pergerakan wisatawan sepanjang tahun.

Penulis :
Ahmad Yusuf