HOME  ⁄  Nasional

SBY Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Saja Tak Cukup, Soroti Pentingnya Inklusivitas dan Ketahanan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

SBY Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Saja Tak Cukup, Soroti Pentingnya Inklusivitas dan Ketahanan
Foto: Arsip foto - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyampaikan kuliah umum di National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS) Tokyo, Jepang, Kamis 6/3/2025 (sumber: Tim Media SBY)

Pantau - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja tidak lagi cukup menjadi ukuran keberhasilan pembangunan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY dalam pidatonya pada The 2026 Asia Grassroots Forum by Amartha di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Ia menilai tantangan utama negara-negara berkembang saat ini bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi yang cepat.

SBY menegaskan bahwa fokus pembangunan harus diarahkan pada penciptaan pertumbuhan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

"Pertumbuhan ekonomi semata tidak menjamin kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa suatu negara dapat mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun tetap menghadapi ketimpangan sosial yang semakin melebar, menurunnya kepercayaan masyarakat, serta terjadinya fragmentasi sosial.

Pembangunan Harus Perkuat Ketahanan Masyarakat

SBY menyatakan bahwa tantangan pembangunan saat ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan angka pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, pembangunan juga harus mampu memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Tantangan tersebut meliputi ketegangan geopolitik, perubahan iklim, serta perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

SBY menekankan pentingnya memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi.

Ia juga menyoroti perlunya memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, SBY menilai pemberdayaan UMKM memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Menurutnya, UMKM juga berkontribusi memperluas inklusi ekonomi masyarakat dan membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas.

Asia Perlu Transformasi Model Pertumbuhan Ekonomi

SBY menilai model pertumbuhan ekonomi di Asia perlu mengalami transformasi agar mampu menjawab tantangan masa depan.

Menurutnya, negara-negara Asia tidak dapat terus bergantung pada tenaga kerja berbiaya rendah, komoditas, dan konsumsi domestik sebagai motor utama pertumbuhan.

"Pertumbuhan ekonomi kawasan ke depan harus ditopang oleh peningkatan produktivitas, penguatan kewirausahaan, inovasi, digitalisasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujarnya.

SBY menyampaikan bahwa daya saing pada masa depan tidak lagi ditentukan oleh siapa yang mampu memproduksi dengan biaya paling murah.

Ia menegaskan bahwa daya saing akan lebih ditentukan oleh kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, terus melakukan inovasi, serta berinvestasi pada pengembangan manusia dan kualitas SDM.

Penulis :
Arian Mesa