
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan rencana pemasangan Catra di Candi Borobudur masih dalam tahap pembahasan dan kajian mendalam dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk aspirasi masyarakat dan umat Buddha.
Kajian dan Konsep Living Heritage
Fadli Zon menjelaskan pemasangan Catra akan dilakukan pada waktu yang tepat setelah melalui proses panjang, termasuk diskusi bersama para ahli.
"Pemasangan tersebut akan dilakukan pada waktu yang tepat, dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat, khususnya umat Buddha," katanya.
Ia menyebut kehadiran Catra merupakan bagian dari konsep living heritage yang didorong UNESCO, di mana situs budaya tidak hanya menjadi monumen statis, tetapi juga hidup dan berkembang bersama masyarakat.
“Ini merupakan bentuk adaptasi. Tidak ada yang mengganggu karena semuanya melalui proses panjang, termasuk diskusi dan forum grup diskusi (FGD) bersama para ahli, seperti sejarawan, budayawan, hingga arkeolog,” ujarnya.
Tahapan dan Potensi Wisata
Fadli mengungkapkan Catra yang direncanakan akan menggunakan bahan perunggu sebagai bentuk adaptasi yang lebih ringan dibandingkan struktur batu asli candi.
Namun, pemasangan tersebut diperkirakan belum dapat direalisasikan sebelum perayaan Waisak tahun ini karena masih menunggu kajian dampak dan uji kelayakan.
Ia menambahkan rencana ini juga menjadi bagian dari upaya menjawab aspirasi komunitas umat Buddha sekaligus meningkatkan daya tarik wisata religi dan budaya.
Dengan jumlah umat Buddha dunia yang diperkirakan mencapai 500 hingga 600 juta orang, potensi kunjungan ke Borobudur dinilai sangat besar.
Pemerintah berharap konsep ini dapat menjadikan Borobudur sebagai pusat kegiatan spiritual dan budaya yang hidup serta berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








