
Pantau - TNI Angkatan Laut melalui Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Lanal Cilacap menggagalkan penyelundupan 5.859 benih bening lobster ilegal di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (18/4).
Penangkapan Berawal dari Patroli
Pengungkapan kasus ini bermula saat tim SFQR melakukan patroli di kawasan pesisir Kecamatan Kesugihan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan, petugas menghentikan seorang pengendara sepeda motor yang membawa kotak styrofoam mencurigakan.
Ia mengatakan, "Tim SFQR mengamankan seorang pria atas nama Kasimin yang diduga membawa BBL tanpa dilengkapi dokumen resmi menggunakan sepeda motor dengan satu box styrofoam."
Setelah diperiksa, petugas menemukan ribuan benih lobster yang telah dikemas di dalam kotak tersebut.
Pelaku kemudian diamankan dan dibawa ke Markas Komando Lanal Cilacap untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Negara Berpotensi Rugi Miliaran Rupiah
Berdasarkan hasil pemeriksaan bersama tim Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), jumlah benih lobster yang diamankan mencapai 5.859 ekor dari jenis pasir dan mutiara.
Tunggul mengungkapkan, "Berdasarkan hasil pemeriksaan jumlah BBL yang berhasil diamankan sebanyak 5.859 ekor, terdiri dari jenis pasir dan mutiara."
Ia menambahkan, "Atas temuan tersebut, negara diperkirakan mengalami potensi kerugian hingga Rp2,5 miliar."
Pelaku beserta barang bukti selanjutnya diserahkan kepada pihak PSDKP untuk proses hukum lebih lanjut.
TNI AL menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan guna mencegah praktik penyelundupan ilegal sumber daya laut di wilayah Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan








