
Pantau - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dengan serapan anggaran mencapai Rp60 triliun.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan program tersebut kini telah tersebar dari Sabang hingga Merauke dan turut menggerakkan roda ekonomi daerah.
Ia mengungkapkan, “Alhamdulillah sekarang sudah menyebar di seluruh Indonesia, dan hari ini sudah menyerap anggaran Rp60 triliun dimana anggaran itu seluruhnya sudah tersebar dari Sabang sampai Merauke menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah.”
Latar Belakang dan Tantangan Gizi Nasional
Dadan menjelaskan program MBG berangkat dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pertumbuhan penduduk Indonesia yang tinggi dan perlu diimbangi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menyampaikan, “Program ini sebetulnya berawal dari kegelisahan Presiden, karena Indonesia masih tumbuh enam orang per menit, tiga juta per tahun dan masih akan tumbuh mencapai 324 juta tahun 2045.”
Menurutnya, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat yang rata-rata hanya sembilan tahun berdampak pada akses gizi anak.
Ia menambahkan, “Jadi anak-anak Indonesia itu, dewasa ini banyak lahir dari orang tua yang pendidikannya hanya lulusan SD, sehingga, tidak heran kalau 60 persen anak tidak punya akses terhadap makan bergizi seimbang.”
Target Tekan Stunting dan Tingkatkan Kualitas SDM
Program MBG difokuskan pada dua fase penting, yakni 1.000 hari pertama kehidupan dan usia sekolah untuk mendukung perkembangan kecerdasan serta pertumbuhan fisik anak.
Pemerintah menargetkan program ini dapat menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang.
Dadan mengatakan, “Kita harapkan dengan program ini stuntingnya bisa dicegah, karena rata-rata IQ Indonesia sekarang 78.”
Ia menambahkan bahwa dalam 10 hingga 15 tahun ke depan diharapkan generasi yang lahir saat ini memiliki kondisi kesehatan dan tinggi badan yang lebih baik akibat intervensi gizi sejak dini.
- Penulis :
- Aditya Yohan








