
Pantau - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri terkait, Brian Yuliarto dan Sakti Wahyu Trenggono, untuk rapat membahas program Kampung/Desa Nelayan Merah Putih di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin siang.
Kedua menteri tersebut tiba secara terpisah di Istana mulai pukul 13.30 WIB untuk mengikuti rapat bersama Presiden.
Brian Yuliarto mengaku belum mengetahui secara pasti agenda rapat sebelum memasuki ruang pertemuan.
Ia mengungkapkan, "Cuma mungkin tentang giant sea wall (tanggul laut raksasa, red.) ya, tetapi nanti saya lihat dulu ya. Nanti saya kabarin,".
Brian juga menegaskan akan memaksimalkan peran perguruan tinggi dalam mendukung program prioritas pemerintah.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga menyatakan belum mengetahui detail agenda rapat, namun sempat menyebut terkait kampung nelayan.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf turut hadir dalam rapat tersebut bersama Presiden.
Rekrutmen Nasional Pengelola Kampung Nelayan
Sebelumnya, pemerintah membuka rekrutmen nasional sebanyak 5.476 formasi untuk pengelola program Kampung Nelayan Merah Putih.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan proses seleksi dilakukan secara terbuka, transparan, dan tanpa biaya.
Ia menyatakan, "Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, tidak ada biaya. Semua proses hanya melalui kanal resmi phtc.panselnas.go.id. Bila ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan, itu penipuan,".
Adapun persyaratan rekrutmen meliputi lulusan D3, D4, dan S1 dari semua jurusan dengan usia maksimal 35 tahun serta IPK minimal 2,75.
Peserta yang lolos seleksi akan bekerja sebagai pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara dengan skema PKWT selama dua tahun.
Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Zulkifli Hasan juga menyampaikan bahwa pemerintah memprioritaskan penempatan tenaga kerja dari masyarakat lokal.
Ia menegaskan, "Kalau ada dua kandidat dengan nilai sama maka diprioritaskan yang berasal dari kawasan terdekat,".
- Penulis :
- Leon Weldrick








