HOME  ⁄  Nasional

Kemenhaj NTB Pastikan Kesiapan Haji 100 Persen, 5.846 Orang Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemenhaj NTB Pastikan Kesiapan Haji 100 Persen, 5.846 Orang Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci
Foto: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Amin (sumber: ANTARA/Nur Imansyah)

Pantau - Kementerian Haji dan Umrah wilayah Nusa Tenggara Barat memastikan kesiapan pemberangkatan haji tahun ini telah mencapai 100 persen dengan total 5.846 orang siap diberangkatkan ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj NTB Lalu Muhammad Amin menyampaikan bahwa jumlah tersebut terdiri dari 5.798 calon jamaah haji dan 80 petugas pendamping.

"Jumlah calon haji berdasarkan kuota NTB sebanyak 5.798 orang, ditambah petugas yang menyertai sebanyak 80 orang, sehingga total keseluruhan yang akan diberangkatkan sebanyak 5.846 orang," ungkapnya.

Jumlah jamaah tersebut terbagi ke dalam 15 kelompok terbang atau kloter yang akan diberangkatkan secara bertahap dari Embarkasi Lombok.

Perhatian Khusus untuk Jamaah Lansia

Dari total jamaah, sebanyak 190 orang tercatat sebagai lanjut usia dengan umur di atas 65 tahun.

Tidak seluruh jamaah lansia mengalami penurunan kondisi kesehatan selama proses persiapan keberangkatan.

Pihak Kemenhaj NTB memastikan jamaah dengan risiko kesehatan tinggi akan mendapatkan perhatian khusus selama pelaksanaan ibadah haji.

"Bagi yang memiliki risiko kesehatan tinggi tetap akan mendapatkan perhatian khusus," tegasnya.

Jadwal Keberangkatan dan Fasilitas Pendukung

Kloter pertama Embarkasi Lombok akan diisi oleh jamaah asal Kabupaten Lombok Timur dengan jumlah 387 orang.

Jamaah kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 21 April pukul 06.00 Wita sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April pukul 14.30 Wita.

Seluruh proses persiapan pemberangkatan dilaporkan berjalan lancar tanpa adanya kendala berarti.

"Seluruh persiapan pemberangkatan haji Embarkasi Lombok sudah terselesaikan dengan baik, lancar, tanpa kendala," ujarnya.

Untuk mengantisipasi membludaknya pengantar jamaah, pihak penyelenggara menyediakan fasilitas tayangan live streaming bagi keluarga.

Fasilitas ini memungkinkan keluarga tetap menyaksikan proses keberangkatan tanpa harus hadir langsung di lokasi.

"Jadi, sama seperti haji sebelumnya kita sediakan live streaming bagi keluarga supaya bisa melihat. Cukup lihat live streaming tanpa harus memaksa masuk ke dalam asrama haji," jelasnya.

Penulis :
Leon Weldrick